Setiap orang pasti punya arti sukses masing-masing. Namun, survei terbaru dari Deloitte terhadap lebih dari 22 ribu responden dari 44 negara menunjukkan bahwa Gen Z dan milenial kini memiliki pandangan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Bagi mereka, sukses tidak lagi semata-mata tentang jabatan atau penghasilan.

Jabatan Tinggi Bukan Lagi Prioritas Utama

Hanya sekitar 6 persen responden yang menganggap menjadi pemimpin sebagai target utama karier. Banyak yang mengaitkan posisi tinggi dengan tekanan kerja, risiko burnout, dan hilangnya keseimbangan hidup. Namun, bukan berarti mereka tidak ambisius. Sebanyak 76 persen Gen Z dan 67 persen milenial tetap ingin mencapai posisi senior, tapi dengan cara yang lebih sehat dan seimbang.

Keseimbangan dan Kesehatan Mental Jadi Prioritas

Bagi generasi muda, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan adalah kunci. Mereka lebih memilih pekerjaan yang mendukung kesehatan mental dan menawarkan fleksibilitas. Survei juga menemukan bahwa para pemimpin yang sudah berada di posisi tinggi justru melaporkan kondisi kesehatan mental yang lebih baik dan keseimbangan kerja yang positif. Ini menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap jabatan kepemimpinan belum tentu sesuai kenyataan.

AI: Alat Bantu atau Ancaman?

Gen Z dan milenial adalah kelompok yang paling cepat mengadopsi kecerdasan buatan (AI). Mereka menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan keterampilan, hingga mengelola stres. Namun, sebagian besar responden merasa perusahaan tempat mereka bekerja belum siap menghadapi transformasi AI. Hampir sepertiga dari mereka menilai perusahaan tidak menyediakan pelatihan atau dukungan yang memadai.

Pekerjaan yang Bermakna Lebih Penting dari Gaji

Bagi Gen Z dan milenial, pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan. Hampir seluruh responden setuju bahwa memiliki tujuan yang jelas dan memberikan dampak positif adalah faktor penting dalam kepuasan kerja. Bahkan, banyak yang rela menolak tawaran pekerjaan jika tidak sejalan dengan nilai-nilai pribadi mereka.

Pertemanan di Kantor Meningkatkan Loyalitas

Hubungan sosial di tempat kerja juga sangat berpengaruh. Pekerja yang memiliki teman dekat di kantor cenderung lebih bahagia dan loyal terhadap perusahaan. Budaya kerja yang mendukung kolaborasi dan koneksi antarkaryawan menjadi semakin penting.

Perubahan cara pandang ini menunjukkan bahwa definisi sukses terus berevolusi. Generasi muda kini lebih menghargai keseimbangan, kesehatan mental, dan makna dalam bekerja. Pola pikir ini diprediksi akan menjadi standar baru di dunia kerja, termasuk bagi Generasi Alpha yang akan datang.

Reporter: Hestia Ramadhani