CeritaIbu.com
Update Parenting
Inspirasi

Sukses Itu Apa Sih? Pandangan Baru Gen Z dan Milenial di Dunia Kerja

Dulu, sukses diukur dari jabatan tinggi dan gaji besar. Tapi kini, Gen Z dan milenial punya definisi yang jauh berbeda. Mereka lebih mengutamakan keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan pekerjaan yang bermakna. Yuk, lihat bagaimana pandangan mereka di tahun 2026!

Hestia Ramadhani
Hestia Ramadhani

Hestia Ramadhani

26 Juni 2026 18:06:00 2 menit baca 57 dibaca
Bagikan:
Sukses Itu Apa Sih? Pandangan Baru Gen Z dan Milenial di Dunia Kerja

Ringkasan Artikel

AI
  • Artikel ini mengulas perubahan definisi sukses menurut Gen Z dan milenial di tahun 2026, yang lebih mengutamakan keseimbangan hidup, kesehatan mental, dan pekerjaan bermakna dibandingkan jabatan tinggi atau gaji besar.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Setiap orang pasti punya arti sukses masing-masing. Namun, survei terbaru dari Deloitte terhadap lebih dari 22 ribu responden dari 44 negara menunjukkan bahwa Gen Z dan milenial kini memiliki pandangan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Bagi mereka, sukses tidak lagi semata-mata tentang jabatan atau penghasilan.

Jabatan Tinggi Bukan Lagi Prioritas Utama

Hanya sekitar 6 persen responden yang menganggap menjadi pemimpin sebagai target utama karier. Banyak yang mengaitkan posisi tinggi dengan tekanan kerja, risiko burnout, dan hilangnya keseimbangan hidup. Namun, bukan berarti mereka tidak ambisius. Sebanyak 76 persen Gen Z dan 67 persen milenial tetap ingin mencapai posisi senior, tapi dengan cara yang lebih sehat dan seimbang.

Keseimbangan dan Kesehatan Mental Jadi Prioritas

Bagi generasi muda, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan adalah kunci. Mereka lebih memilih pekerjaan yang mendukung kesehatan mental dan menawarkan fleksibilitas. Survei juga menemukan bahwa para pemimpin yang sudah berada di posisi tinggi justru melaporkan kondisi kesehatan mental yang lebih baik dan keseimbangan kerja yang positif. Ini menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap jabatan kepemimpinan belum tentu sesuai kenyataan.

AI: Alat Bantu atau Ancaman?

Gen Z dan milenial adalah kelompok yang paling cepat mengadopsi kecerdasan buatan (AI). Mereka menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan keterampilan, hingga mengelola stres. Namun, sebagian besar responden merasa perusahaan tempat mereka bekerja belum siap menghadapi transformasi AI. Hampir sepertiga dari mereka menilai perusahaan tidak menyediakan pelatihan atau dukungan yang memadai.

Pekerjaan yang Bermakna Lebih Penting dari Gaji

Bagi Gen Z dan milenial, pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan. Hampir seluruh responden setuju bahwa memiliki tujuan yang jelas dan memberikan dampak positif adalah faktor penting dalam kepuasan kerja. Bahkan, banyak yang rela menolak tawaran pekerjaan jika tidak sejalan dengan nilai-nilai pribadi mereka.

Pertemanan di Kantor Meningkatkan Loyalitas

Hubungan sosial di tempat kerja juga sangat berpengaruh. Pekerja yang memiliki teman dekat di kantor cenderung lebih bahagia dan loyal terhadap perusahaan. Budaya kerja yang mendukung kolaborasi dan koneksi antarkaryawan menjadi semakin penting.

Perubahan cara pandang ini menunjukkan bahwa definisi sukses terus berevolusi. Generasi muda kini lebih menghargai keseimbangan, kesehatan mental, dan makna dalam bekerja. Pola pikir ini diprediksi akan menjadi standar baru di dunia kerja, termasuk bagi Generasi Alpha yang akan datang.

Artikel ini membantu? Bagikan:
Hestia Ramadhani

Tentang Penulis

Hestia Ramadhani

Hestia Ramadhani

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua