Momen menyusui di ruang publik kembali menjadi sorotan. Kali ini, seorang penyanyi bernama Tayah Ettienne, 33 tahun, dari London, Inggris, menuai beragam reaksi setelah video dirinya menyusui putrinya, Aaliyana (16 bulan), di sebuah festival musik tersebar luas di TikTok.

Dalam video tersebut, Ettienne tampak menikmati alunan musik sambil menggendong dan menyusui buah hatinya. Ia mengaku sangat senang bisa keluar rumah setelah hampir tidak pernah melakukannya sejak melahirkan. Festival yang dihadirinya pun merupakan acara pribadi yang ramah keluarga, sehingga kehadiran bayi dianggap wajar.

“Saya belum pernah keluar sejak melahirkan. Ini festival khusus undangan, dan kebanyakan orang saling kenal,” ujarnya. Saat berada di tenda dansa, Aaliyana tiba-tiba menunduk dan menyusu, sebuah kebiasaan yang sering dilakukannya. “Kami menari sambil ia menyusu, dan ia tertawa serta tersenyum pada saya,” tambah Ettienne.

Dukungan dan Kecaman dari Warganet

Video yang diunggah Ettienne itu viral dan telah ditonton lebih dari 700 ribu kali. Banyak warganet menganggap momen tersebut sebagai bentuk kasih sayang alami antara ibu dan anak. Namun, tak sedikit pula yang mengkritik dan menilai tindakan itu tidak pantas dilakukan di acara publik seperti festival musik.

“Tidak pantas ya,” tulis seorang pengguna. “Hentikan, itu salah,” komentar lainnya. Ettienne mengaku terkejut dengan reaksi negatif tersebut. “Menyedihkan melihat orang merasa tidak nyaman hanya karena seorang ibu menyusui,” katanya.

Ia menegaskan bahwa menjadi ibu bukan berarti harus mengorbankan semua hobi dan kebahagiaan pribadi. “Anak-anak justru mendapat manfaat saat melihat orang tua mereka bahagia,” ujarnya. Ettienne juga mendapat kritik karena membawa bayinya ke festival, namun ia menganggap penilaian orang lain berdasarkan klip singkat tidaklah adil.

Dukungan untuk Para Ibu Menyusui

Di tengah kecaman, Ettienne juga menerima banyak dukungan. “Semangat, Bu,” tulis seorang warganet. “Jangan biarkan komentar negatif menghentikanmu. Kamu melakukan hal yang luar biasa,” tambah yang lain.

Kasus ini kembali mengingatkan bahwa menyusui di ruang publik masih menjadi isu yang sensitif. Padahal, WHO merekomendasikan pemberian ASI hingga usia 2 tahun atau lebih. Di Indonesia sendiri, menyusui di tempat umum tidak dilarang dan semakin didukung dengan adanya ruang laktasi. Namun, stigma sosial kadang masih membuat ibu merasa tidak nyaman.

Pada akhirnya, kenyamanan ibu dan bayi adalah yang terpenting. Dukungan dari lingkungan sekitar sangat berperan agar proses menyusui berjalan tanpa tekanan. Semoga ke depannya, masyarakat semakin sadar bahwa menyusui adalah kebutuhan biologis yang tidak bisa ditunda, dan setiap ibu berhak melakukannya di mana pun dengan nyaman.

Reporter: Mutiara Salimah