Nama dr. Gia Pratama Putra mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dokter muda yang aktif di media sosial ini kerap membagikan konten edukatif yang menarik. Baru-baru ini, ia membuat podcast bersama keluarganya yang mengundang decak kagum. Dalam percakapan hangat itu, dr. Gia dan sang adik berbagi cerita tentang pola asuh orang tua mereka yang penuh kejutan.

Dari Hidup Pas-Pasan hingga Mental Tangguh

Siapa sangka, keluarga dr. Gia ternyata berada? Meski begitu, sang ayah memilih untuk membesarkan anak-anaknya dengan gaya hidup sederhana. Adik dr. Gia mengaku bahwa kebiasaan hidup pas-pasan ini justru menjadi guru terbaik bagi mereka. "Hidup sederhana, hidup pas-pasan itu yang mengajarkan kita mental toughness. Padahal sebetulnya enggak sesulit itu," ujarnya.

dr. Gia pun menimpali, "Iya, jadi kita terbiasa gitu." Wah, pelajaran berharga banget, ya, Bunda!

Naik Angkutan Umum: Sekolah Kehidupan bagi Anak

Sejak kecil, dr. Gia dan adiknya sudah akrab dengan metromini dan angkot. Sang ayah dengan sengaja mengajak mereka naik transportasi umum ke sekolah. Meski ibunda sempat tidak setuju dan kerap khawatir, ia akhirnya menyadari bahwa cara ini adalah bentuk kasih sayang yang luar biasa.

"Setiap anak mau naik angkot, yang nangis ini ibunya. Dianterin ke metromini, Mama ngikutin sambil nyetir. Diam-diam ngikutin metromini," kenang ibunda dr. Gia sambil tertawa.

Perbedaan pendapat soal pengasuhan memang sering terjadi antara ayah dan ibunda dr. Gia. Namun, sang ibunda mengakui, "Mama sebetulnya menyadari bahwa itu benar. Tapi hati seorang ibu tidak ikhlas. Masa anak gue naik angkot? Padahal saya bisa nyetir dan nganterin ke kampus. Tapi enggak boleh sama suami."

Kunci Sukses Mengajarkan Kesederhanaan pada Anak

Mengajarkan kesederhanaan pada anak bukan perkara sulit jika tahu caranya. Menurut pakar dan penulis buku The Purpose Code, Jordan Grumet, MD., kuncinya adalah memiliki tujuan hidup yang kuat. "Memiliki tujuan hidup yang kuat adalah unsur penting untuk kebahagiaan dan kepuasan hidup," jelasnya.

Lebih lanjut, Grumet menyarankan tiga cara efektif untuk menanamkan nilai kesederhanaan pada anak:

  • Jadilah Teladan yang Hidup. Anak-anak adalah peniru ulung. Mereka lebih percaya pada apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Ketika orang tua menunjukkan kegembiraan dalam menjalani hidup sederhana, anak-anak akan menangkap energi positif itu. "Ketika orang tua menekuni aktivitas yang membuat mereka bersemangat, anak-anak akan melihat dan itu dapat memicu rasa ingin tahu mereka," ungkap Grumet.
  • Berikan Anak Kendali atas Barangnya. Libatkan anak dalam proses memilah barang. Biarkan mereka memutuskan mana yang akan disimpan dan mana yang akan disumbangkan. Ini mengajarkan tanggung jawab dan membuat mereka merasa dihargai.
  • Ucapkan Manfaat Kesederhanaan. Saat merapikan rumah bersama, jelaskan manfaat yang dirasakan. Misalnya, "Setelah kita merapikan mainan, kamu jadi punya lebih banyak waktu untuk bermain bola, deh!" Dengan begitu, anak memahami bahwa hidup sederhana memberi ruang untuk hal-hal yang lebih menyenangkan.

Kisah dr. Gia Pratama menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kemewahan. Justru dari kesederhanaan, kita bisa membentuk karakter yang kuat dan tangguh. Semoga inspirasi ini bermanfaat untuk Bunda dalam mendidik buah hati, ya.

Reporter: Maya Handayani