Bernadya baru saja menuntaskan showcase spesial untuk album keduanya yang bertajuk 'Semoga Hanya di Mimpi'. Acara yang digelar di Tennis Indoor Senayan pada 25 Juli lalu ini jadi panggung istimewa bagi penyanyi asal Surabaya tersebut. Ia membawakan seluruh lagu dari album barunya secara langsung, ditemani ribuan penggemar yang antusias.

Konsep Panggung yang Bikin Terpukau

Sebelum naik panggung, Bernadya mengaku sempat dilanda rasa gugup. Tapi bersama tim kreatif yang dipimpin Edy Khemod, semua detail dipersiapkan dengan matang. Nuansa era 2000-an yang kental terasa, sesuai dengan tema album. Setiap lagu dirangkai menjadi satu alur cerita yang utuh, dari awal hingga akhir pertunjukan.

Malam itu dibuka dengan penampilan grup MARBLES sebagai pemanasan. Begitu Bernadya muncul, ia langsung memukau penonton dengan membawakan lagu-lagu dari album 'Semoga Hanya di Mimpi' secara berurutan. Setiap nomor punya tata panggung berbeda—ada permainan visual di layar, pencahayaan dramatis, hingga properti unik seperti telepon rumah saat lagu 'Peluk Aku Sekarang'. Semuanya dirancang untuk memperkuat emosi yang ingin disampaikan.

Kolaborasi Spesial yang Bikin Momen Makin Berkesan

Suasana semakin meriah saat Rendy Pandugo muncul sebagai bintang tamu. Duet mereka membawakan lagu 'Tolong Bilang Ini Mimpi' jadi salah satu highlight malam itu. Tak berhenti di situ, Tenxi juga ikut memeriahkan panggung dengan aransemen hipdut untuk lagu 'Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan'. Iramanya yang enerjik langsung membuat ribuan penonton ikut bergoyang.

Lagu Lama yang Bikin Bernostalgia

Setelah menyanyikan semua lagu baru, Bernadya menyuguhkan deretan hits lamanya seperti 'Apa Mungkin', 'Kata Mereka Ini Berlebihan', dan 'Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan'. Penonton pun ikut bernyanyi bersama, menciptakan suasana nostalgia yang hangat.

Showcase yang berlangsung sekitar dua setengah jam ini ditutup dengan lagu 'Lama-Lama' yang diiringi hujan confetti biru. Perpaduan konsep visual, aransemen musik, dan interaksi dengan penonton benar-benar menunjukkan perkembangan musik Bernadya yang semakin matang. Ini bukan sekadar konser, tapi pengalaman yang membekas di hati.

Reporter: Salsabila Wahyudi