Menjadi orang tua dari anak berkebutuhan khusus memang penuh tantangan, namun Shireen Sungkar menjalaninya dengan penuh cinta dan kesabaran. Putri bungsunya, Shafiyyah, harus menjalani terapi intensif sebanyak lima kali dalam seminggu untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Terapi Rutin dan Perkembangan Positif

Shireen mengungkapkan bahwa jadwal terapi Shafiyyah sangat padat, tapi ia bersyukur melihat perkembangan sang buah hati yang semakin baik. "Insya Allah perkembangannya banyak banget, aku bersyukur sama Allah juga banyak banget perkembangannya makin bagus. Mohon doanya aja mudah-mudahan bermanfaat," ujarnya dengan penuh harap.

Konsistensi menjadi kunci utama dalam menjalani terapi ini. Shireen berkomitmen untuk selalu mendampingi Shafiyyah agar hasilnya optimal.

Menu Khusus untuk Si Picky Eater

Selain terapi, Shireen juga harus ekstra sabar dalam urusan makan. Shafiyyah dikenal sebagai picky eater, berbeda dengan kakak-kakaknya, Adam dan Hawa, yang lebih mudah diatur soal makanan.

"Shafiyyah yang picky eater, makannya beda sendiri dia. Jadi dia nggak bisa lunch box kayak kakak-kakaknya, karena kan dia picky eater banget, bumbunya harus yang kering, beda-beda sedikit," jelas Shireen. Ia pun menyiapkan menu terpisah untuk memastikan kebutuhan nutrisi Shafiyyah terpenuhi.

Cinta Seorang Ibu Tanpa Batas

Meski harus berusaha ekstra, Shireen tidak mengeluh. Baginya, memberikan yang terbaik untuk anak adalah prioritas utama. "Mencoba untuk kasih yang terbaik aja, karena setiap Ibu pasti tahu yang terbaik buat anaknya. Dan semuanya nggak bisa dikomparasi, pasti semuanya yang terbaik buat anaknya," pungkasnya.

Perjuangan Shireen dan Teuku Wisnu menjadi inspirasi bagi banyak orang tua yang memiliki anak dengan kondisi serupa. Dukungan dan doa dari publik pun diharapkan dapat menguatkan mereka dalam setiap langkah.

Reporter: Anisa Wahyuni