Menjadi seorang ibu adalah impian banyak wanita. Namun, perjalanan menuju kehamilan kadang tidak semulus yang dibayangkan. Selain faktor usia dan kesehatan, paparan bahan kimia dari produk sehari-hari ternyata bisa menjadi penghalang. Para ahli mengingatkan bahwa beberapa zat kimia dalam rumah tangga dapat mengganggu keseimbangan hormon dan kesehatan organ reproduksi, baik pada suami maupun istri.

BPA, Musuh dalam Plastik

Bisphenol A atau BPA adalah bahan kimia yang banyak ditemukan dalam plastik, terutama yang digunakan untuk menyimpan atau memanaskan makanan. BPA bisa mengganggu hormon dengan meniru estrogen, sehingga memicu menstruasi tidak teratur, masalah ovulasi, dan penurunan kualitas sel telur atau sperma. Untuk mengurangi risikonya, pilihlah wadah makanan berbahan kaca atau stainless steel, dan hindari memanaskan makanan dalam plastik.

Petroleum dan Parfum Sintetis

Bahan dari petroleum tidak hanya ada di bensin, tapi juga di lilin aromaterapi, parfum sintetis, cat kuku, dan berbagai produk pembersih. Lilin beraroma kuat sering melepaskan senyawa organik volatil seperti benzena ke udara. Penelitian menunjukkan paparan benzena dapat menurunkan jumlah sperma dan merusak DNA. Sebaiknya pilih lilin dari lilin lebah atau kedelai dengan wewangian alami, dan kurangi penggunaan pengharum ruangan kimia.

Ftalat, Pelembut Plastik yang Berbahaya

Ftalat adalah bahan kimia yang membuat plastik menjadi lentur. Zat ini banyak terdapat pada produk perawatan pribadi, pengharum ruangan, dan plastik lunak. Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa paparan ftalat sebelum hamil bisa menurunkan peluang kehamilan hingga 18 persen per siklus. Ftalat mengganggu hormon dan dapat memicu peradangan. Untuk menghindarinya, pilih produk kosmetik dan pembersih yang bebas ftalat, serta simpan makanan dalam wadah kaca.

Paraben, Pengawet Kosmetik yang Mengganggu Hormon

Paraben sering digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik, losion, dan produk pembersih. Zat ini dapat bertindak seperti estrogen dalam tubuh, sehingga mengganggu sistem reproduksi. Meski penelitian masih beragam, banyak ahli menyarankan untuk memilih produk berlabel 'bebas paraben'. Periksa juga bahan-bahan yang berakhiran 'paraben' pada label, seperti methylparaben atau propylparaben.

PFAS, Bahan Kimia Abadi dari Alat Masak

PFAS atau zat per- dan polifluoroalkil dikenal sebagai 'bahan kimia abadi' karena sulit terurai. Zat ini banyak ditemukan pada peralatan masak anti-lengket, kemasan makanan, dan tekstil anti-air. Paparan PFAS dikaitkan dengan masalah kesuburan pada pria dan wanita. Sebagai gantinya, gunakan alat masak berbahan keramik atau besi cor, dan hindari makanan cepat saji yang dikemas dalam kertas anti-minyak.

Menjaga kesuburan bukan hanya soal asupan makanan, tapi juga lingkungan sekitar. Dengan mengurangi paparan bahan kimia berbahaya, Bunda bisa meningkatkan peluang untuk hamil dan memiliki kehamilan yang sehat. Mulailah dari langkah kecil, seperti memeriksa label produk dan beralih ke bahan alami. Semoga informasi ini bermanfaat untuk perjalanan program hamil Bunda!

Reporter: Anisa Wahyuni