Sebagai orang tua, kita tentu ingin memberikan yang terbaik untuk buah hati. Salah satu kunci utama untuk mendukung tumbuh kembang optimal adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka. Nutrisi yang tepat tidak hanya membantu perkembangan fisik, tetapi juga memperkuat kemampuan belajar dan daya tahan tubuh anak.

Baru-baru ini, sebuah acara edukatif bertajuk 'Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' digelar di Surabaya. Acara ini menghadirkan dokter spesialis anak dan seorang momfluencer untuk berbagi tips seputar nutrisi dan stimulasi anak. Menurut dr. Nurita Alami, Sp.A, nutrisi adalah fondasi utama agar anak bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik. "Nutrisi yang tepat bisa mencegah anak sering sakit, sehingga berat badan naik optimal dan perkembangannya terstimulasi dengan baik," ujarnya.

Nutrisi Penting untuk Otak Cerdas

Dokter Nurita menjelaskan bahwa kebutuhan nutrisi anak terbagi menjadi dua kelompok besar: makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) dan mikronutrien (kalsium, vitamin D, magnesium, omega-3, omega-6, dan DHA). Khusus untuk perkembangan otak, zat besi, omega-3, omega-6, dan DHA sangat diperlukan. Nutrisi ini membantu volume otak berkembang optimal dan membentuk struktur otak yang baik.

Jika si kecil sedang mengalami fase picky eater atau susah makan, Bunda bisa melengkapi asupannya dengan susu yang diperkaya omega-3, omega-6, dan DHA. Ini menjadi solusi praktis agar kebutuhan nutrisi otak tetap terpenuhi.

Stimulasi Sederhana dengan Quality Time

Selain nutrisi, stimulasi juga tidak kalah penting. Dokter Nurita menekankan bahwa orang tua perlu meluangkan waktu untuk quality time bersama anak. "Tidak perlu lama, cukup 30 menit sehari. Karena anak-anak suka bermain, stimulasi bisa diberikan melalui aktivitas bermain yang menyenangkan," katanya. Lingkungan yang penuh cinta dan kasih sayang juga menjadi faktor pendukung tumbuh kembang optimal.

Momfluencer Sherly Lembono setuju bahwa kombinasi nutrisi dan stimulasi sangat penting. Ia rutin memberikan susu yang mengandung omega-3, omega-6, dan DHA sebagai pelengkap asupan anak-anaknya. "Ketika anak GTM (gerakan tutup mulut), susu bisa menjadi alternatif untuk memastikan nutrisi tetap seimbang," ujar Bunda dua anak ini.

Tips dari Sherly: Bekal Susu untuk Anak Aktif

Sherly juga membagikan pengalamannya. Anak pertamanya, Jason, sangat aktif dengan kegiatan basket dan les. Untuk memastikan nutrisinya tetap terjaga, Sherly selalu membawakan bekal susu. Sementara anak keduanya, Claretta, lebih suka buah dan protein. Meski preferensi makan berbeda, Sherly tetap mengimbangi dengan susu agar nutrisi seimbang.

Acara ini juga menghadirkan empat stasiun edukatif yang seru. Anak-anak bisa belajar sambil bermain, mulai dari mengenal bahan makanan sehat hingga aktivitas fisik yang menyenangkan. Semua dirancang untuk menemani perjalanan tumbuh kembang si kecil.

Jadi, Bunda, jangan lupa untuk selalu memberikan nutrisi tepat dan stimulasi yang cukup setiap hari. Dengan begitu, si kecil bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas, aktif, dan siap melangkah ke masa depan yang lebih baik!

Reporter: Sri Rahayu