Kisah Nunung: Porsi Warung Dikurangi, Sisa Masakan Dibagikan ke Tukang Becak
Siapa sangka di balik kelucuannya, komedian Nunung menyimpan kepedulian besar terhadap sesama. Ketika warung makannya di Solo mulai sepi, ia justru memilih berbagi daripada menyimpan sisa makanan untuk dijual kembali.
Anisa Wahyuni
Ringkasan Artikel
AI- Komedian Nunung mengurangi porsi warungnya dan membagikan sisa masakan kepada tukang becak serta warga sekitar, memastikan makanan tetap segar dan tidak dijual kembali.
*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI
Nunung, komedian senior yang dikenal lewat grup lawak Srimulat, baru-baru ini berbagi cerita tentang kondisi warung makannya di Solo. Ia mengaku warungnya sedang mengalami penurunan pembeli, sehingga ia harus mengambil keputusan bijak agar tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.
Kurangi Porsi, Hindari Makanan Terbuang
Alih-alih menyimpan makanan sisa untuk dijual keesokan hari, Nunung memilih mengurangi porsi masakan harian. Baginya, menyajikan makanan yang tidak segar bukanlah pilihan. "Aku paling nggak mau kalau makanan masih utuh terus disimpan buat besok," ujarnya saat ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan.
Jika masakan masih tersisa banyak, Nunung langsung mengambil inisiatif untuk membagikannya kepada orang-orang di sekitar warung. Ia menegaskan bahwa makanan tersebut tidak pernah disimpan untuk dijual kembali.
Berbagi ke Tukang Becak hingga Tukang Parkir
Sasaran pembagian makanan bukan hanya karyawan warung, tetapi juga warga sekitar yang membutuhkan. Nunung menyebut para supir becak, tukang parkir, dan siapa pun yang ada di sekitar lokasi warung bisa menerima hidangan tersebut.
"Kita tawarin dulu, 'Mau nggak, Pak? Makan ini'," tuturnya. Menurut Nunung, orang-orang di dalam warung sudah sering menerima, sehingga ia lebih memilih membagikan ke luar agar lebih merata.
Menu yang Dibagikan Sama Seperti yang Dijual
Nunung memastikan bahwa makanan yang dibagikan bukanlah sisa sembarangan. Hidangan yang diberikan sama persis dengan yang dijual di warung, termasuk menu andalan seperti tongseng ayam. Semua bahan dipasok segar setiap hari, mulai dari cabai hingga bumbu lainnya, dan dicatat dengan rapi.
"Makanannya selalu baru, karena saya belanja setiap hari dan semua dicatat," jelas Nunung. Dengan begitu, kualitas dan cita rasa tetap terjaga.
Nunung Turun Langsung Cek Rasa
Meski sibuk sebagai komedian, Nunung tetap menyempatkan diri untuk mengecek langsung masakan di warungnya. Ia mencicipi satu per satu hidangan untuk memastikan tidak ada perubahan rasa.
"Saya nyicipin semua, nggak berubah. Menu best seller juga tetap sama," pungkasnya. Komitmen Nunung terhadap kualitas dan kepeduliannya kepada sesama menjadi inspirasi, terutama bagi para ibu yang juga mengelola usaha rumahan.
Tag Terkait
Dapatkan Panduan Parenting Terbaru
Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.
Berita Terkait
Lihat Semua
Kesehatan
Rahasia Andika Kangen Band Menolak Makanan Hotel, Demi Lidah Kampung
30 Agustus 2026
Kesehatan
Inspirasi Nasi Tim Lezat untuk Bayi 8 Bulan, Mudah Dibuat dan Padat Kalori
08 Oktober 2026
Keluarga
Kebiasaan Sepele di Rumah yang Bikin Hama Betah, Yuk Cegah!
02 September 2026
Kesehatan
Apresiasi BPOM untuk Makanan Haji, Bukti Keamanan Pangan Terjaga
01 Juli 2026
Keluarga
Pilihan Panci Gerabah untuk Masakan Rumah yang Lebih Sedap
03 September 2026
Inspirasi