CeritaIbu.com
Update Parenting
Keluarga

Panduan Lengkap Menanam Buah Naga Kuning agar Cepat Berbuah

Buah naga kuning memang punya daya tarik tersendiri dengan kulit cerah dan rasa manis yang legit. Meski pertumbuhannya sedikit lebih lambat daripada jenis merah, hasilnya sepadan dengan perawatan ekstra. Yuk, simak langkah-langkah menanamnya agar cepat berbuah lebat di halaman rumah!

Sania Putri
Sania Putri

Sania Putri

07 Agustus 2026 13:01:00 4 menit baca 28 dibaca
Bagikan:
Panduan Lengkap Menanam Buah Naga Kuning agar Cepat Berbuah

Ringkasan Artikel

AI
  • Panduan lengkap menanam buah naga kuning mulai dari pemilihan bibit, penanaman, perawatan, hingga panen, agar cepat berbuah lebat.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Buah naga kuning, atau Selenicereus megalanthus, punya kulit kuning cerah dengan daging putih manis berbiji hitam. Rasanya sering diibaratkan campuran anggur dan leci, dan kadar gulanya lebih tinggi daripada buah naga lainnya. Tak hanya enak, buah ini juga kaya vitamin C, antioksidan, dan serat yang baik untuk tubuh.

Tanaman ini termasuk keluarga kaktus yang tumbuh merambat, jadi butuh penopang yang kuat. Meski pertumbuhannya lebih lambat dibanding buah naga merah, dengan perawatan yang tepat, kamu bisa menikmati panen yang memuaskan. Berikut panduan lengkapnya.

1. Pilih Lokasi yang Tepat

Buah naga kuning suka sinar matahari penuh, minimal 8 jam sehari. Pastikan lahan punya drainase bagus supaya air tidak menggenang dan membuat akar busuk. Tanah idealnya memiliki pH 5,5–7,0 dan gembur. Lokasi cerah dengan kelembapan pas akan membuat batang tumbuh subur dan bunga mudah muncul.

2. Gunakan Bibit Unggul

Pilih bibit dari tanaman induk yang sehat, bebas hama, dan sudah beberapa kali berbuah. Bibit dari induk produktif biasanya lebih kuat dan kualitas buahnya lebih baik. Pilih batang yang tua, kokoh, dan tidak rusak. Bibit unggul mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tanaman.

3. Siapkan Stek Batang dengan Benar

Potong batang sepanjang 20–30 cm dengan pisau bersih dan tajam. Bagian atas dipotong rata, bagian bawah dibuat miring untuk mempermudah keluarnya akar. Setelah dipotong, keringanginkan stek selama beberapa hari agar luka tidak mudah busuk. Kamu juga bisa mencelupkan pangkal stek ke hormon perangsang akar untuk mempercepat tumbuhnya akar baru.

4. Semai Hingga Siap Tanam

Tanam stek di polybag atau bedengan semai dengan media gembur dan lembap. Letakkan di tempat terang tapi tidak terkena hujan berlebihan. Jaga kelembapan media dan hindari genangan. Bibit siap dipindah setelah akar kuat, tunas berkembang, dan tinggi tanaman sekitar 40–50 cm.

5. Olah Lahan dan Buat Lubang Tanam

Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman lain agar tidak jadi sarang hama. Buat lubang tanam ukuran 40–60 cm dengan jarak sekitar 2 x 2,5 meter. Jarak yang lebar penting untuk sirkulasi udara dan cahaya. Persiapan lahan yang baik memudahkan akar berkembang dan tanaman tumbuh maksimal.

6. Campur Media Tanam yang Subur

Campur tanah galian dengan pasir, kompos atau pupuk kandang matang, dolomit, dan sedikit pupuk NPK. Campuran ini membuat media gembur, subur, dan aerasinya baik. Pasir membantu drainase, kompos menambah nutrisi, dolomit menstabilkan pH. Media kaya nutrisi mendukung pertumbuhan akar dan batang sejak awal.

7. Pasang Tiang Penopang yang Kokoh

Karena tanaman ini merambat, pasang tiang beton atau kayu setinggi sekitar 2 meter dan tanam kuat di tanah. Di bagian atas bisa diberi lingkaran besi atau penyangga lain agar batang tidak jatuh. Penopang yang baik membuat tanaman tegak, memudahkan perawatan, dan meningkatkan produktivitas.

8. Tanam Bibit dengan Hati-hati

Lepaskan polybag perlahan agar akar tidak rusak. Masukkan bibit ke lubang tanam, timbun dengan media, dan tekan perlahan agar tanaman berdiri kokoh. Setelah itu, ikat batang pada tiang penopang dengan tali yang tidak terlalu kencang. Ini membantu bibit beradaptasi dan tidak roboh terkena angin.

9. Siram Secara Rutin dan Tepat

Siram secukupnya sesuai cuaca dan kelembapan tanah. Saat kemarau, tanaman muda perlu disiram lebih sering agar media tetap lembap, tapi jangan sampai becek. Saat mulai berbunga dan berbuah, kurangi penyiraman agar buah terbentuk lebih baik. Hindari genangan air karena buah naga kuning sensitif terhadap busuk akar.

10. Beri Pupuk dan Rawat Lanjutan

Pada fase vegetatif, gunakan pupuk dengan nitrogen tinggi untuk merangsang pertumbuhan batang dan tunas. Saat mulai berbunga, beralih ke pupuk dengan fosfor dan kalium tinggi agar bunga dan buah berkembang optimal. Lakukan penyiangan gulma, pangkas cabang yang tidak produktif, dan pantau hama penyakit secara rutin.

FAQ Seputar Buah Naga Kuning

Bisakah ditanam di dataran rendah?

Bisa, asalkan mendapat sinar matahari penuh, drainase baik, dan tidak tergenang air. Namun, pertumbuhan lebih optimal di daerah sejuk dengan kelembapan sesuai.

Kapan mulai berbuah?

Tanaman dari stek biasanya berbuah pada usia 1–2 tahun. Dengan teknik sambung atau grafting pada batang bawah buah naga merah, bisa lebih cepat, sekitar 9 bulan setelah tanam.

Kenapa lebih manis dari buah naga merah?

Karena kandungan sakrosa dan fruktosanya lebih tinggi, sehingga rasanya lebih manis dan aromanya lebih harum. Ini yang membuatnya jadi buah premium favorit.

Apa kesalahan umum saat menanam?

Kesalahan terbesar adalah menanam di lahan yang tergenang air, kurang sinar matahari, atau menggunakan bibit yang tidak sehat. Hindari hal-hal ini agar tanaman tumbuh subur.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa menikmati buah naga kuning yang manis dan sehat langsung dari kebun sendiri. Selamat mencoba!

Artikel ini membantu? Bagikan:
Sania Putri

Tentang Penulis

Sania Putri

Sania Putri

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua