CeritaIbu.com
Update Parenting
Keluarga

Cicilan KPR 40 Tahun, Meringankan atau Malah Membebani?

Pemerintah berencana memperpanjang tenor KPR hingga 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan. Namun, tahukah Bunda bahwa total harga yang dibayar bisa melonjak hingga tiga kali lipat? Yuk, simak simulasi dan tips cermat sebelum mengambil keputusan.

Maya Handayani
Maya Handayani

Maya Handayani

01 Juli 2026 07:05:00 2 menit baca 60 dibaca
Bagikan:
Cicilan KPR 40 Tahun, Meringankan atau Malah Membebani?

Ringkasan Artikel

AI
  • Simak dampak tenor KPR 40 tahun yang bisa membuat total harga rumah melonjak tiga kali lipat, serta tips cermat sebelum mengambil KPR.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Bunda, memiliki rumah sendiri adalah impian banyak keluarga. Namun, harga properti yang terus naik seringkali membuat pasangan muda, terutama yang berpenghasilan terbatas, kesulitan mengajukan KPR dengan cicilan yang ramah di kantong. Untuk menyiasatinya, pemerintah tengah mempercepat pengesahan skema tenor KPR hingga 40 tahun. Dengan begitu, angsuran per bulan bisa ditekan, misalnya hanya Rp500-700 ribu bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan gaji Rp2,5 juta. Kedengarannya menarik, bukan?

Jebakan di Balik Cicilan Murah

Namun, Bunda perlu waspada. Cicilan yang ringan per bulan belum tentu berarti murah secara keseluruhan. Pengamat perbankan, Arianto Muditomo, mengingatkan bahwa total pembayaran hingga lunas bisa mencapai tiga kali lipat dari harga rumah awal. Kok bisa? Mari kita bedah.

Dalam skema bunga flat 5 persen per tahun selama 40 tahun, total bunga yang dibayar bisa mencapai 200 persen dari harga rumah. Artinya, Bunda tidak hanya membayar pokok rumah, tetapi juga bunga yang membengkak. Contohnya, ambil rumah subsidi di Bekasi seharga Rp185 juta. Dengan tenor 40 tahun, bunga 5 persen, tanpa DP dan biaya tambahan, berapa total yang harus dibayar?

Simulasi Sederhana

Misalkan rumah seharga Rp185 juta. Bunga per tahun 5 persen = Rp9,25 juta. Selama 40 tahun, total bunga = 40 × Rp9,25 juta = Rp370 juta. Ditambah pokok Rp185 juta, total menjadi Rp555 juta. Itu artinya, Bunda membayar 3 kali lipat dari harga rumah! Angsuran per bulan memang ringan (sekitar Rp1,16 juta), tapi totalnya jebol. Bandingkan dengan tenor 20 tahun: bunga total Rp185 juta, total bayar Rp370 juta (2 kali lipat). Tenor lebih panjang memang menggiurkan, tapi risikonya besar.

Tips Cermat Sebelum Ambil KPR

Sebelum memutuskan, Bunda perlu pertimbangkan beberapa hal:

  • Hitung total biaya: Jangan hanya melihat cicilan bulanan, tapi total pembayaran hingga lunas.
  • Perhatikan suku bunga: Bunga flat 5% mungkin rendah, tapi jika tenor panjang, akumulasi bunganya besar.
  • Evaluasi kemampuan finansial: Pastikan cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan.
  • Cari subsidi atau program pemerintah: Manfaatkan KPR bersubsidi, BP Tapera, atau skema lain yang lebih menguntungkan.
  • Konsultasi dengan ahli: Tanyakan pada perencana keuangan atau bank untuk simulasi yang akurat.

Ingat, Bunda, rumah adalah investasi jangka panjang. Jangan sampai cicilan murah hari ini malah menjadi beban berat di masa depan. Pilih tenor yang sesuai dengan kemampuan dan rencana keuangan keluarga. Semoga informasi ini membantu Bunda mengambil keputusan bijak!

Artikel ini membantu? Bagikan:
Maya Handayani

Tentang Penulis

Maya Handayani

Maya Handayani

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua