CeritaIbu.com
Update Parenting
Inspirasi

Sisi Gelap Anak Kesayangan: Pengakuan Ayah Pelaku Penyekapan di Bandung

Pengakuan mengejutkan datang dari ayah Taufik Hidayat, pria yang diduga menyekap dan menganiaya kekasihnya selama tiga tahun. Sang ayah justru mengaku lebih memanjakan Taufik karena dianggap paling tampan dibanding saudara-saudaranya. Apa yang sebenarnya terjadi dalam keluarga ini?

Fadila Utami
Fadila Utami

Fadila Utami

27 Juni 2026 13:42:00 2 menit baca 60 dibaca
Bagikan:
Sisi Gelap Anak Kesayangan: Pengakuan Ayah Pelaku Penyekapan di Bandung

Ringkasan Artikel

AI
  • Ayah pelaku penyekapan di Bandung mengaku memanjakan anaknya karena dianggap lebih ganteng, dan mengungkap sisi gelap keluarga yang penuh kekerasan.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap kekasihnya, YTR, masih menjadi perbincangan hangat. Setelah sempat buron, Taufik akhirnya ditangkap di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung. Namun, yang lebih menarik perhatian adalah pernyataan ayahnya, Tata, yang blak-blakan soal perlakuan istimewa terhadap anak ketiganya itu.

Anak Kesayangan Karena Lebih Ganteng

Dalam sebuah podcast bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Tata mengakui bahwa Taufik adalah anak kesayangannya. Alasannya? Taufik dianggap memiliki wajah yang lebih tampan dibanding saudara-saudaranya.

“Benar (paling) disayang. Ganteng gitu lah, beda dari yang (saudara) lain,” ujar Tata.

Tata juga mengakui bahwa ia sering membela Taufik saat berkelahi dengan orang lain. Sikap manja ini ternyata sudah terlihat sejak kecil dan berlanjut hingga dewasa.

Kekerasan pada Orang Tua

Tak hanya dimanjakan, Taufik ternyata pernah melakukan kekerasan pada ayahnya sendiri. Saat itu, ia memukul kepala Tata dengan kayu karena lapar dan tidak ada lauk di rumah.

“Pernah dipukul kepala pakai kayu. Waktu itu saya sedang bekerja di sawah. Dia lagi di rumah, nganggur. Mau makan, enggak ada ikan. Saat itu, ibunya sudah tidak ada,” ungkap Tata.

Meski perbuatan tersebut sangat menyakitkan, Tata justru memaafkan Taufik setelah ia kembali dan meminta maaf sambil menangis. Dedi Mulyadi pun berkomentar bahwa sikap ayah yang selalu memaafkan adalah cerminan anak yang terlalu dimanja.

Pelarian dan Penangkapan Taufik

Setelah kejadian penyekapan dan penganiayaan, Taufik melarikan diri ke Tangerang. Namun, ia merasa tidak aman dan kembali ke Jawa Barat hingga akhirnya ditangkap di Majalaya. Polisi melacaknya melalui aktivitas transaksi.

Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengungkapkan bahwa Taufik mengaku melakukan semua perbuatannya di bawah pengaruh alkohol. Ia juga merasa takut dan curiga pada semua orang selama dalam pelarian.

Kondisi Korban dan Harapan Keluarga

Korban YTR kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Meski kondisi fisiknya mulai membaik, keluarga masih menjaga psikisnya. Bibi YTR, Erni, mengungkapkan bahwa YTR mengalami cacat permanen akibat penganiayaan tersebut.

“Kami ingin pelaku di hukum seberat-beratnya. Masa depan (korban) masih panjang, dia baru 29 tahun. Keponakan saya sudah cacat. Kondisinya mengkhawatirkan,” ujar Erni.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pola asuh yang salah, seperti memanjakan anak secara berlebihan, bisa berdampak buruk pada perkembangan karakter dan perilaku di masa depan.

Artikel ini membantu? Bagikan:
Fadila Utami

Tentang Penulis

Fadila Utami

Fadila Utami

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua