CeritaIbu.com
Update Parenting
Kesehatan

Momen Perempuan Mandiri: Pameran Industri Jadi Panggung Inspirasi dan Peluang Emas

Jakarta, 5 Oktober 2026 – Dunia industri kerap dianggap milik kaum pria, tapi kini makin banyak perempuan yang unjuk gigi di sektor kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen. Buktinya, kehadiran para pelaku usaha perempuan di pameran ILF dan IGT Expo 2026 yang baru saja dibuka di JIExpo Kemayoran jadi sorotan.

Fadila Utami
Fadila Utami

Fadila Utami

07 Agustus 2026 09:09:00 3 menit baca 36 dibaca
Bagikan:
Momen Perempuan Mandiri: Pameran Industri Jadi Panggung Inspirasi dan Peluang Emas

Ringkasan Artikel

AI
  • Pameran ILF dan IGT Expo 2026 menjadi momen perempuan Indonesia unjuk gigi di industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen. Dengan inovasi ramah lingkungan dan dukungan pemerintah, perempuan pengusaha siap menembus pasar global.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Jakarta, 5 Oktober 2026 – Dunia industri kerap dianggap milik kaum pria, tapi kini makin banyak perempuan yang unjuk gigi di sektor kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen. Buktinya, kehadiran para pelaku usaha perempuan di pameran ILF dan IGT Expo 2026 yang baru saja dibuka di JIExpo Kemayoran jadi sorotan.

Perempuan dan Industri: Bukan Lagi Sekadar Pekerja

Pameran yang digelar pada 1-4 Oktober 2026 ini memang bukan sekadar ajang pamer produk. Ini adalah panggung bagi perempuan Indonesia untuk menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi pemain utama, bukan hanya pekerja di lini produksi. Berdasarkan data peserta, sekitar 45% dari 210 peserta adalah perempuan, baik sebagai pemilik usaha, desainer, maupun manajer pemasaran.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam sambutannya, mengapresiasi tingginya partisipasi perempuan. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan di sektor industri adalah kunci untuk meningkatkan daya saing nasional. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri yang inklusif dan berkelanjutan.

Inovasi yang Menggugah: Ramah Lingkungan dan Berdaya Saing

Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah inovasi produk ramah lingkungan. Banyak peserta, terutama dari UMKM yang dikelola perempuan, menampilkan produk kulit dari bahan alternatif seperti daun nanas, jamur, dan bahkan plastik daur ulang. Selain itu, teknologi otomasi dan digitalisasi proses produksi juga menjadi tema utama, membantu para pelaku industri meningkatkan efisiensi dan kualitas.

Tak hanya produk, pameran ini juga menghadirkan seminar dan forum yang membahas isu-isu penting. Salah satunya adalah Seminar Nasional AGTI yang mengusung tema "Membangun Industri TPT yang Kompetitif, Berkelanjutan, dan Menjadi Pemain Utama dalam Rantai Pasok Nasional dan Internasional". Forum ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk merumuskan strategi jitu menghadapi persaingan global.

Peluang Emas di Tengah Tantangan Global

Pameran ini juga menjadi ajang business matching yang mempertemukan pelaku industri lokal dengan buyer internasional dari 14 negara, termasuk Cina, Italia, dan Jerman. Para perempuan pengusaha pun mengaku senang karena bisa memperluas jaringan dan menjajaki kerja sama baru. Mereka berharap dapat menembus pasar ekspor dengan produk berkualitas dan inovatif.

Selain itu, hadirnya perjanjian dagang seperti IEU-CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement) menjadi angin segar bagi pelaku industri untuk meningkatkan ekspor ke Eropa. Dengan persiapan yang matang, produk Indonesia diyakini mampu bersaing di kancah internasional.

Semangat Perempuan: Dari UMKM Menembus Pasar Global

Salah satu kisah inspiratif datang dari Dewi, pemilik brand sepatu kulit asal Yogyakarta. Berawal dari usaha kecil di rumah, kini ia berhasil menembus pasar Asia dan Eropa. Di sela-sela pameran, Dewi berbagi cerita bahwa kunci suksesnya adalah inovasi dan ketekunan. Ia juga memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produknya secara online.

Kisah seperti Dewi menunjukkan bahwa dengan kemauan dan kerja keras, perempuan bisa sukses di industri yang biasanya didominasi pria. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan asosiasi seperti APRISINDO dan APINDO, sangat membantu para perempuan pengusaha untuk terus berkembang.

Melangkah Maju Bersama

ILF Expo dan IGT Expo 2026 bukan sekadar pameran bisnis, tetapi juga wadah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi. Melalui acara ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang terinspirasi untuk berani memulai usaha di bidang industri. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen Indonesia akan semakin berjaya di pasar global.

Bagi kamu yang ingin melihat langsung produk-produk inovatif dan mengikuti seminar seru, pameran ini masih berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran. Yuk, dukung produk lokal dan jadikan momen ini sebagai inspirasi untuk berkarya!

Artikel ini membantu? Bagikan:
Fadila Utami

Tentang Penulis

Fadila Utami

Fadila Utami

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua