Bagi banyak wanita karier, membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan kebutuhan pribadi memang menantang. Olahraga pun kerap tergusur dari daftar agenda harian. Namun, sebuah riset Populix mengungkap bahwa lebih dari 80 persen pekerja sebenarnya tetap menyempatkan diri untuk berolahraga. Menariknya, 60 persen di antaranya menjadikan olahraga sebagai momen me time, 53 persen untuk quality time bersama keluarga, dan 40 persen untuk memperluas jaringan pertemanan.
Artinya, olahraga kini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan ruang bersosialisasi. Hal ini diamini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI yang menilai perkembangan budaya olahraga sebagai hal positif karena membuka ruang sosial lebih luas.
Kendala Terbesar: Waktu dan Motivasi
Meski kesadaran akan pentingnya hidup sehat meningkat, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 37,4 persen penduduk masih kurang melakukan aktivitas fisik. Alasan utamanya adalah keterbatasan waktu (48,7 persen), diikuti rasa malas atau kurang motivasi (32,6 persen), dan tidak memiliki teman olahraga (9,8 persen).
Di sisi lain, survei NIQ 2025 mencatat 46 persen konsumen Indonesia sudah mengambil langkah proaktif untuk menjaga kesehatan. Ini menandakan niat baik sudah ada, tetapi dukungan agar niat tersebut berubah menjadi kebiasaan masih sangat dibutuhkan.
Komunitas, Kunci Konsistensi
Salah satu cara agar olahraga lebih mudah dipertahankan adalah dengan bergabung dalam komunitas. Aktivitas bersama komunitas memberikan motivasi tambahan, terlebih ketika jadwal kerja sedang padat. Program seperti PRUActive Virtual 2026 yang digelar PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menawarkan tantangan olahraga virtual gratis berupa jalan, lari, dan bersepeda. Peserta bisa beraktivitas kapan saja dan di mana saja, sehingga lebih fleksibel.
Program bertema #JadiVersiTerhebatmu ini berlangsung pada 15 Agustus hingga 6 September 2026. Tak hanya virtual, ada juga Community Offline Run dan edukasi kesehatan di lima kota: Jakarta, Yogyakarta, Palembang, Medan, dan Bali. Lebih dari 10.000 peserta ikut bergerak aktif, sementara kegiatan tatap muka dihadiri lebih dari 250 peserta.
Sejak 2023, rangkaian PRUActive telah melibatkan lebih dari 60.000 peserta dalam berbagai format, termasuk PRUActive Family, PRUActive Community, dan PRUActive Virtual. Kegiatan tatap muka pun telah hadir di sembilan kota.
Lebih dari Sekadar Olahraga
Yang membedakan PRUActive Virtual 2026 adalah adanya Community Offline Run yang memadukan 5K morning run, mini medical check-up, dan health talk bersama dokter spesialis. Kegiatan ini didukung oleh rumah sakit mitra dalam jaringan PRUPriority Hospitals, seperti RS Jantung Jakarta, RS Siloam Yogyakarta, RS Hermina Palembang, RS Hermina Medan, dan RS Kasih Ibu Bali.
Bagi peserta, kehadiran komunitas menjadi faktor penting untuk tetap disiplin. Naqiyyah, salah satu finisher asal Palembang, mengaku olahraga bersama komunitas memberinya motivasi ekstra di tengah kesibukan kerja. "Sesi medical check-up bersama dokter juga membantu saya memahami kondisi tubuh secara tepat," ungkapnya.
Chief Customer and Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menekankan bahwa tantangan hidup sehat bukan hanya soal memulai, tetapi juga mempertahankan hingga menjadi kebiasaan. "Aktivitas fisik perlu didukung lingkungan sosial dan pengetahuan kesehatan yang memadai. Melalui PRUActive Virtual 2026, kami ingin menciptakan ruang untuk bergerak bersama, saling menginspirasi, dan mendapatkan edukasi kesehatan yang relevan," ujarnya.
Momentum ini juga berdekatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang diperingati setiap 9 September. Pada akhirnya, membangun gaya hidup aktif tidak selalu dimulai dengan perubahan besar. Langkah sederhana seperti berjalan, berlari, bersepeda, atau sekadar meluangkan waktu untuk bergerak bisa menjadi awal yang realistis—terlebih jika dilakukan bersama komunitas yang suportif.