Bawang merah sering kali tersisa di dapur setelah digunakan untuk memasak. Daripada dibuang begitu saja, sisa bawang yang masih memiliki pangkal bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman baru. Kegiatan ini tidak hanya menghemat pengeluaran, tetapi juga bisa menjadi momen menyenangkan bersama si kecil untuk mengenal alam.

Pilih Bawang yang Masih Ada Pangkalnya

Langkah pertama adalah memilih sisa bawang merah yang masih memiliki bagian pangkal atau dasar umbi. Bagian ini penting karena menjadi tempat munculnya akar dan tunas. Hindari bawang yang sudah terpotong habis atau bagian bawahnya hilang. Pastikan juga bawang belum dimasak dan tidak busuk. Jika ada kulit luar yang mengelupas, cukup bersihkan, tetapi jangan buang pangkalnya.

Bersihkan dengan Hati-hati

Setelah memilih bawang, bersihkan permukaannya dari kotoran atau sisa tanah yang menempel. Bisa menggunakan tangan atau air mengalir. Setelah dibersihkan, angin-anginkan sebentar agar tidak terlalu basah. Bawang yang terlalu lembap rentan membusuk, terutama jika media tanam juga terlalu berair. Periksa juga bagian bawahnya, pastikan tidak ada yang lembek atau berbau tidak sedap.

Siapkan Wadah dengan Drainase Baik

Ibu tidak perlu membeli pot khusus. Wadah bekas seperti gelas plastik, kaleng, atau kotak makanan bisa digunakan asalkan ada lubang di bagian bawah untuk mengalirkan air. Isi wadah dengan tanah yang subur, tetapi jangan terlalu penuh agar air tidak meluap saat disiram. Buat lubang kecil di tengah tanah untuk menempatkan pangkal bawang. Jika menanam lebih dari satu, beri jarak agar akar bisa tumbuh leluasa.

Tanam dengan Posisi yang Benar

Letakkan bawang dengan pangkal menghadap ke bawah, lalu benamkan bagian bawahnya ke dalam tanah. Jangan menimbun seluruh umbi; biarkan bagian atas tetap terlihat agar tunas mudah keluar. Setelah itu, tekan tanah perlahan di sekitar bawang agar tidak mudah goyah. Setelah penyiraman pertama, periksa kembali posisinya dan pastikan pangkal tetap berada di dalam tanah.

Siram Secukupnya

Penyiraman cukup dilakukan saat permukaan tanah mulai kering. Hindari menyiram terlalu sering karena dapat membuat bawang membusuk. Pastikan air dapat mengalir keluar melalui lubang di dasar wadah. Jika tanah masih terasa basah, tunda penyiraman. Kondisi tanah yang tidak tergenang akan mendukung pertumbuhan akar dan tunas.

Letakkan di Tempat yang Terkena Cahaya

Bawang merah membutuhkan sinar matahari untuk tumbuh optimal. Tempatkan wadah di teras, halaman, atau jendela yang mendapat cahaya cukup. Jika lokasi awal kurang terang, ibu bisa memindahkannya. Dengan cahaya yang cukup, tunas akan muncul lebih cepat dan daun pun tumbuh hijau segar.

Menanam bawang merah dari sisa dapur adalah cara mudah untuk memulai kebun kecil di rumah. Selain bermanfaat, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana belajar bagi anak-anak tentang pentingnya memanfaatkan bahan yang ada dan merawat tanaman. Selamat mencoba!

Reporter: Anisa Wahyuni