Komunitas Libas: Menjaga Alam Lewat Petualangan di Pulau Obi

Penulis: Sri Rahayu
Selasa, 01 September 2026 | 15:02:00 WIB

Pulau Obi di Halmahera Selatan, Maluku Utara, menyimpan banyak pesona alam yang sayang untuk dilewatkan. Bagi sebagian orang, pulau ini mungkin hanya sekadar tempat kerja, tetapi bagi anggota Komunitas Lintas Alam Bebas (Libas) Harita Nickel, pulau ini adalah rumah yang penuh keajaiban. Sejak 2022, komunitas ini menjadi wadah bagi karyawan yang ingin menjelajah, belajar, dan tumbuh bersama alam.

Lahir dari Kecintaan pada Alam

Libas berdiri pada 8 Januari 2022, berawal dari perjalanan sederhana 12 karyawan menyusuri kawasan utara Danau Karo. Siapa sangka, ekspedisi kecil itu kini telah berkembang menjadi lebih dari 20 perjalanan seru ke berbagai penjuru Pulau Obi. Inisiatornya, Setyawan, Security Manager Harita Nickel, mengungkapkan bahwa komunitas ini lahir dari keinginan untuk memberikan ruang bagi karyawan yang mencintai alam.

"Libas menjadi tempat bagi teman-teman yang suka menjelajah. Selain melepas penat, kami jadi lebih mengenal dan menghargai alam Pulau Obi yang menjadi bagian dari hidup kami," ujarnya. Menurut Setyawan, bekerja di kawasan industri tidak berarti harus terputus dari alam. Justru, interaksi langsung dengan lingkungan sekitar sangat penting untuk menjaga keseimbangan hidup.

Petualangan yang Penuh Makna

Setiap kegiatan Libas selalu menggabungkan rekreasi dengan edukasi. Anggota komunitas tidak hanya diajak hiking, trekking, atau berkemah, tetapi juga diajak memahami kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Mereka belajar tentang pentingnya menjaga keberlanjutan alam sambil menikmati keindahan bentang alam Pulau Obi.

Bagi Muhammad Nur Wahid, karyawan Departemen Security PT Dharma Cipta Mulia (DCM), bergabung dengan Libas memberinya kesempatan untuk melihat kembali keindahan pulau yang selama ini menjadi tempatnya mencari nafkah. "Kami jadi lebih sadar bahwa alam di sekitar kita ini luar biasa dan perlu dijaga," katanya.

Hal senada disampaikan Tasya Ayu Chandra Aulia dari Departemen Warehouse PT Halmahera Persada Lygend (HPAL). Menurutnya, eksplorasi alam membuka wawasan tentang lokasi-lokasi tersembunyi yang jarang diketahui orang. "Sangat seru karena kita bisa lebih dekat dengan alam dan tahu bahwa Pulau Obi menyimpan banyak permata tersembunyi. Ini jadi tempat untuk mengisi ulang energi sebelum kembali bekerja," tuturnya.

Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan

Libas membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari kesadaran individu dan komunitas, bukan hanya dari program perusahaan. Rutin menjelajah alam membuat setiap anggota merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Kegiatan komunitas ini sejalan dengan komitmen Harita Nickel dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Lewat setiap perjalanan, anggota Libas tidak hanya menikmati keindahan Pulau Obi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa lingkungan adalah aset berharga yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Bagi para anggota, petualangan di Pulau Obi bukan sekadar menaklukkan jalur pendakian atau menemukan lokasi baru. Setiap langkah yang mereka tempuh adalah cara untuk mengenal, menghargai, dan menumbuhkan kepedulian terhadap alam yang tak terpisahkan dari kehidupan dan pekerjaan mereka.

Reporter: Sri Rahayu