Kala Cuaca Makin Panas, Si Kecil Ikut Terdampak

Penulis: Sania Putri
Senin, 31 Agustus 2026 | 07:01:00 WIB

Bunda, pernahkah merasa khawatir dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu? Gelombang panas yang melanda berbagai belahan dunia ternyata membawa dampak yang lebih dalam dari sekadar membuat badan terasa lelah. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di Journal of Child Psychology and Psychiatry menemukan bahwa suhu udara yang tinggi dapat memperlambat perkembangan anak usia dini, terutama dalam hal kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

Apa Kata Penelitian?

Penelitian yang melibatkan hampir 20 ribu anak berusia 3-4 tahun di enam negara, yaitu Gambia, Georgia, Madagaskar, Malawi, Palestina, dan Sierra Leone, menunjukkan hasil yang cukup mencengangkan. Anak-anak yang tinggal di daerah dengan suhu maksimum rata-rata di atas 30 derajat Celsius memiliki kemungkinan 5-6,7 persen lebih kecil untuk mencapai target perkembangan literasi dan numerasi yang diharapkan, dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah dengan suhu di bawah 26 derajat Celsius.

Jorge Cuartas, asisten profesor psikologi terapan di NYU Steinhardt yang memimpin penelitian ini, menjelaskan bahwa paparan panas yang berlebihan dapat mengganggu proses belajar anak. “Perkembangan usia dini adalah fondasi bagi proses belajar seumur hidup, kesehatan fisik dan mental, serta kesejahteraan secara keseluruhan. Temuan ini seharusnya menjadi peringatan bagi kita semua tentang urgensi melindungi anak-anak di tengah perubahan iklim yang semakin nyata,” ujarnya.

Anak-Anak dari Keluarga Kurang Mampu Paling Terdampak

Yang lebih memprihatinkan, dampak negatif ini paling terasa pada anak-anak yang berasal dari rumah tangga dengan keterbatasan ekonomi, tinggal di rumah dengan akses air bersih yang terbatas, atau berada di kawasan perkotaan yang padat penduduknya. Ini menunjukkan bahwa ketidaksetaraan sosial semakin memperparah efek buruk perubahan iklim terhadap tumbuh kembang anak.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Tentu kita tidak bisa serta-merta mengubah iklim global dalam semalam. Namun, sebagai orang tua, kita bisa mengambil langkah-langkah kecil untuk melindungi si kecil dari dampak buruk cuaca panas:

  • Pastikan anak cukup minum air putih agar tetap terhidrasi.
  • Kenakan pakaian yang ringan, longgar, dan berbahan menyerap keringat.
  • Batasi aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang sangat tinggi.
  • Sediakan ruangan yang sejuk dan nyaman untuk bermain dan belajar di rumah.
  • Biasakan anak beristirahat cukup di siang hari agar tubuhnya tidak mudah lelah.

Penelitian ini juga mengingatkan kita akan pentingnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Para peneliti berharap temuan ini dapat mendorong para pembuat kebijakan untuk merancang program-program yang membantu keluarga, terutama yang kurang mampu, dalam beradaptasi dengan perubahan iklim. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama menjaga masa depan anak-anak kita, apa pun kondisi cuacanya.

Reporter: Sania Putri