Melihat anak kucing mungil tanpa induk pasti bikin hati iba. Tapi, merawatnya butuh kesabaran ekstra, Ibu. Mereka sangat bergantung pada kita untuk kehangatan, makanan, dan bantuan buang air. Tanpa penanganan yang tepat, mereka bisa mengalami hipotermia atau dehidrasi dalam hitungan jam. Tenang, dengan panduan ini, Ibu bisa jadi pahlawan bagi si kucing kecil.

1. Ciptakan Sarang yang Hangat dan Aman

Anak kucing baru lahir belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri. Jadi, langkah pertama adalah menyediakan tempat yang nyaman dan hangat. Siapkan kardus atau kandang kecil, lapisi dengan selimut lembut. Letakkan botol berisi air hangat yang dibungkus handuk di dalamnya, tapi pastikan tidak terlalu panas. Suhu ruangan ideal sekitar 29°C. Hindari penggunaan bantal pemanas elektrik karena bisa membuat mereka kepanasan. Tempatkan kandang di area yang tenang dan bebas angin. Selama empat minggu pertama, batasi jumlah orang yang memegang anak kucing agar ia tidak stres.

2. Beri Susu Formula Khusus, Bukan Susu Sapi

Jangan pernah memberikan susu sapi pada anak kucing, Ibu. Susu sapi bisa menyebabkan diare dan dehidrasi. Gunakan susu formula khusus anak kucing (KMR) yang bisa dibeli di toko hewan. Beberapa merek yang bagus adalah Royal Canin Babycat Milk atau Beaphar. Saat menyusu, posisikan anak kucing tengkurap, bukan telentang seperti bayi manusia. Susu yang masuk ke paru-paru bisa menyebabkan pneumonia. Jadwal pemberian makan: minggu pertama setiap 2-3 jam, lalu minggu berikutnya setiap 4 jam. Perhatikan lubang dot—jangan terlalu besar agar ia tidak tersedak. Saat usia 3-4 minggu, mulai perkenalkan makanan basah khusus kitten yang dicampur susu formula untuk transisi ke makanan padat.

3. Bantu Buang Air dan Jaga Kebersihan

Induk kucing biasanya menjilati area perut dan kelamin anaknya untuk merangsang buang air. Ibu perlu melakukan peran ini. Setelah setiap kali menyusu, ambil kapas atau kain lembut yang dibasahi air hangat, lalu usap perlahan area perut dan kelamin anak kucing. Lakukan dengan lembut sampai ia buang air kecil atau besar. Setelah itu, bersihkan dan keringkan. Jangan lupa untuk membersihkan mata dan telinga jika kotor. Memulai sosialisasi juga penting. Setelah usia 2 minggu, biasakan ia mendengar suara-suara lembut dan sentuhan manusia agar tumbuh menjadi kucing yang ramah.

Merawat anak kucing yatim memang melelahkan, tapi juga sangat memuaskan. Dengan cinta dan perawatan yang tepat, si mungil akan tumbuh sehat dan menjadi teman setia keluarga. Selamat mencoba, Ibu!

Reporter: Mutiara Salimah