CeritaIbu.com
Update Parenting
Inspirasi

Rahasia Kepribadian yang Membuat Seseorang Mudah Akrab dengan Orang Baru

Pernah bertemu seseorang yang langsung terasa dekat padahal baru pertama kali ngobrol? Ternyata ada lho kepribadian tertentu yang membuat orang cepat akrab dengan siapa pun. Yuk, simak ciri-cirinya dan bagaimana kita bisa meniru kebiasaan baik mereka.

Hestia Ramadhani
Hestia Ramadhani

Hestia Ramadhani

14 September 2026 17:07:00 3 menit baca 14 dibaca
Bagikan:
Rahasia Kepribadian yang Membuat Seseorang Mudah Akrab dengan Orang Baru

Ringkasan Artikel

AI
  • Kenali ciri kepribadian orang yang mudah akrab dengan orang baru dan cara melatihnya agar lebih supel dalam pergaulan.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Moms, pernah nggak sih merasa kagum pada seseorang yang begitu mudahnya ngobrol akrab dengan orang yang baru dikenal? Entah itu di acara arisan, di sekolah anak, atau bahkan di antrean kasir. Mereka seolah punya magnet yang membuat orang nyaman dekat. Ternyata, kemampuan ini bukan sekadar bakat, tapi berkaitan erat dengan ciri kepribadian tertentu.

Mengapa Ada Orang yang Mudah Akrab?

Psikolog sosial Amie M. Gordon, Ph.D, menjelaskan bahwa dalam setiap interaksi, ada tiga hal yang berperan: bagaimana kepribadian kita memengaruhi perasaan kita terhadap orang lain (efek aktor), bagaimana kepribadian kita memengaruhi perasaan orang lain terhadap kita (efek pasangan), dan bagaimana dua kepribadian berinteraksi unik (efek hubungan). Jadi, mudah akrab bukan hanya soal diri kita, tapi juga chemistry dengan lawan bicara.

Nah, orang yang cepat akrab biasanya memiliki kombinasi kepribadian yang membuat mereka disukai banyak orang. Penasaran apa saja cirinya? Simak ulasan berikut ini.

1. Mudah Dipahami dan Menemukan Titik Temu

Orang yang supel tahu cara menjembatani perbedaan. Mereka bisa mengobrol tentang apa saja, mulai dari film, olahraga, hingga ekonomi, untuk mencairkan suasana. Menurut pakar komunikasi Dr. Carol Morgan, mereka membuat orang lain merasa penting dan menjaga percakapan tetap positif. Obrolan ringan pun jadi pintu masuk menuju koneksi yang lebih dalam.

2. Karismatik dan Menghargai Individualitas

Karisma alami membuat orang ingin kembali berbicara dengan mereka. Penulis Georgina Guthrie menyebut, orang karismatik tahu kapan harus bertanya dan kapan harus mendengarkan. Mereka menciptakan ruang aman sehingga orang lain terbuka, terutama di lingkungan kerja atau komunitas baru.

3. Empati yang Tinggi

Empati dimulai dari mendengarkan secara aktif. Guthrie menambahkan, kebiasaan mendengarkan menunjukkan bahwa kita peduli dan memproses apa yang dikatakan. Dengan begitu, hubungan menjadi lebih kuat dan lawan bicara merasa dihargai. Coba praktikkan saat mengobrol dengan teman baru, ya.

4. Pengetahuan Luas

Orang yang mudah akrab biasanya punya wawasan beragam karena sering berinteraksi dengan banyak orang. Mereka mengeksplorasi berbagai minat dan pengalaman, sehingga percakapan selalu menarik. Semakin sering kita mempelajari hal baru, semakin mudah pula kita terhubung dengan orang lain.

5. Sikap Terbuka dan Ramah

Mereka tidak segan menyapa lebih dulu, tersenyum, dan menunjukkan ketertarikan tulus. Sikap terbuka ini membuat orang lain merasa diterima. Moms bisa mulai dengan senyum dan sapaan hangat saat bertemu orang baru.

6. Kemampuan Membaca Situasi

Orang yang cepat akrab peka terhadap situasi. Mereka tahu kapan harus bercanda, kapan harus serius, dan kapan harus memberi ruang. Kepekaan ini membuat interaksi terasa nyaman dan tidak memaksa.

7. Tidak Mendominasi Percakapan

Mereka memberi kesempatan orang lain untuk bicara. Dengan menjadi pendengar yang baik, mereka menunjukkan bahwa mereka menghargai pendapat orang lain. Ini membuat orang merasa nyaman dan ingin terus berbicara.

8. Fleksibel dan Adaptif

Mereka bisa menyesuaikan diri dengan berbagai tipe orang. Mau itu pemalu, cerewet, atau pendiam, mereka bisa menyesuaikan gaya komunikasi. Fleksibilitas ini membuat mereka mudah diterima di berbagai kelompok.

Jadi, Moms, menjadi pribadi yang mudah akrab bukanlah hal yang mustahil. Kita bisa melatihnya dengan meningkatkan empati, memperluas wawasan, dan membuka diri. Semoga bermanfaat!

Artikel ini membantu? Bagikan:
Hestia Ramadhani

Tentang Penulis

Hestia Ramadhani

Hestia Ramadhani

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua