CeritaIbu.com
Update Parenting
Inspirasi

Laika dan Luka yang Ditinggalkan: Kisah di Balik Album Terbaru Nadin Amizah

Siapa sangka, di balik album ketiganya yang penuh lirik menyayat, Nadin Amizah menyimpan kisah pilu tentang seekor anjing bernama Laika. Lewat album 'Laika, Yang Ditinggalkan', pelantun 'Sorai' ini mengajak kita menyelami rasa sepi dan kerinduan yang tak terucap. Yuk, kita bedah lebih dalam!

Hestia Ramadhani
Hestia Ramadhani

Hestia Ramadhani

30 Agustus 2026 09:16:00 2 menit baca 31 dibaca
Bagikan:
Laika dan Luka yang Ditinggalkan: Kisah di Balik Album Terbaru Nadin Amizah

Ringkasan Artikel

AI
  • Album terbaru Nadin Amizah, 'Laika, Yang Ditinggalkan', terinspirasi dari kisah pilu anjing luar angkasa yang menjadi metafora kesepian dan kerinduan.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Nadin Amizah baru saja merilis album ketiganya, Laika, Yang Ditinggalkan, pada Jumat (28/8/2026). Judul yang terdengar puitis ini ternyata punya cerita yang menyayat hati. Laika bukanlah nama manusia, melainkan seekor anjing betina yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa dalam misi satu arah yang tragis. Anjing malang itu harus kehilangan nyawanya di hari keempat karena kepanasan dan stres yang luar biasa di dalam kabin pesawat.

Bagi Nadin, kisah Laika adalah metafora yang sempurna untuk menggambarkan perasaan manusia yang ditinggalkan. "Di mataku, Laika adalah sosok yang mendambakan sesuatu yang tak pernah cukup, menginginkan kasih yang tak datang, dan permohonan yang akhirnya berubah jadi amarah," ungkapnya. Lewat album ini, Nadin seolah berbicara tentang anak-anak yang ditinggalkan ayahnya, tentang kerinduan mendalam untuk memiliki tempat berlabuh. Semua perasaan itu dituangkan dalam 11 trek yang tersaji apik.

Dari Kisah Nyata ke Lagu

Bukan hal baru jika karya Nadin selalu dekat dengan realitas. Baginya, proses kreatif adalah cara dia memaknai dunia. "Karya-karyaku selalu berasal dari pemrosesan diriku sendiri, terutama dalam melihat sesuatu," tuturnya. Salah satu lagu, Ditemukan Sebuah Bangkai, bahkan lahir dari peristiwa banjir Jakarta awal 2020. Saat itu, ada sesosok mayat yang mengapung di Banjir Kanal Timur, tak ada yang mengenali. "Bayangin, gak ada sanak keluarga atau siapa pun yang mencarinya. Gila gak?" kenangnya.

Kolaborasi dan Eksplorasi Musik

Di album ini, Nadin berani melangkah keluar dari zona nyaman dengan mengajak 10 produser berbeda untuk menggarap 11 lagu. Nama-nama seperti Lafa Pratomo, Baskara Putra, Enrico Octaviano, Otta Tarega, hingga Feby Putri ikut ambil bagian. "Bahkan sejak proses songwriting, aku sudah punya bayangan gimana tata soniknya. Termasuk orang-orang yang bisa menciptakannya dengan maksimal," jelas Nadin. Sebagai seniman, ia memang selalu haus akan hal baru. "Aku selalu ingin eksplor, melakukan hal-hal yang belum pernah kulakukan," tambahnya. Ia juga berharap suatu hari bisa memproduksi lagunya sendiri.

Sesi Dengar Eksklusif untuk Penggemar

Sebelum albumnya resmi meluncur, Nadin mengadakan sesi dengar bersama untuk para penggemarnya yang akrab disapa 'Kesayangan Nadin'. Acara ini digelar di lima kota besar—Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Surabaya—pada Selasa (25/8/2026). Sebanyak 885 orang beruntung menjadi saksi pertama yang menikmati album ini secara utuh. Momen ini tentu jadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para penggemar setianya.

Album Laika, Yang Ditinggalkan bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah perjalanan emosional yang mengajak pendengarnya merenung tentang kehilangan, kesepian, dan harapan. Dengan sentuhan musik yang kaya dan lirik yang dalam, Nadin sekali lagi membuktikan dirinya sebagai salah satu musisi terbaik Indonesia saat ini.

Artikel ini membantu? Bagikan:
Hestia Ramadhani

Tentang Penulis

Hestia Ramadhani

Hestia Ramadhani

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua