CeritaIbu.com
Update Parenting
Inspirasi

Demi Seni Tubuh, Wanita Ini Rela Pakai Korset 24 Jam Nonstop

Seorang seniman asal Oregon, AS, memilih menjalani gaya hidup ekstrem dengan memakai korset baja sepanjang hari demi mengejar ukuran pinggang super kecil. Bukan sekadar soal kecantikan, baginya ini adalah bentuk ekspresi artistik.

Redaksi
Redaksi

Redaksi AI

25 Juni 2026 17:30:00 2 menit baca 57 dibaca
Bagikan:
Demi Seni Tubuh, Wanita Ini Rela Pakai Korset 24 Jam Nonstop

Ringkasan Artikel

AI
  • Sarah Belle memakai korset 24 jam demi meraih pinggang 15 inci, menjadikan tubuh sebagai kanvas seni.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Sarah Belle, wanita 50 tahun asal Portland, Oregon, menarik perhatian publik karena dedikasinya dalam meraih pinggang terkecil di dunia. Ia rela memakai korset baja selama 24 jam sehari, bahkan saat tidur dan berolahraga. Bagi Sarah, tubuhnya adalah kanvas hidup yang harus dibentuk dengan disiplin tinggi.

Awal Mula: Postur dan Kecelakaan Seni

Pada 2012, Sarah mulai mencari solusi untuk memperbaiki postur tubuhnya yang sering membungkuk akibat berjam-jam mengerjakan proyek seni. Saat itulah ia menemukan korset baja yang tidak hanya membantunya berdiri tegak, tetapi juga membuat siluet tubuhnya tampak lebih ramping. Ketertarikannya pun berubah menjadi obsesi sehat.

Setelah lebih dari satu dekade menjalani latihan mengecilkan pinggang (waist training), ukuran pinggang Sarah berhasil menyusut dari 27 inci (68 cm) menjadi 23 inci (58 cm). Targetnya kini adalah mencapai 15 inci (38 cm), menyamai rekor Cathie Jung yang pernah tercatat sebagai pemilik pinggang terkecil di dunia.

Disiplin Tanpa Henti

Sarah mengaku hampir selalu menggunakan korset, kecuali saat mandi. “Tubuh akan kembali ke bentuk semula jika terlalu lama tanpa korset. Saya bahkan tidur memakainya,” ujarnya. Untuk olahraga, ia menggunakan model yang lebih longgar dan tetap berlari sejauh 2-3 mil. Baginya, ini bukan soal rasa sakit, melainkan konsistensi.

Meski banyak yang mengkritik kebiasaannya dianggap ekstrem dan berpotensi mendorong standar kecantikan tidak realistis, Sarah menegaskan motivasinya berbeda. “Saya melihat tubuh sebagai bentuk seni. Korset adalah perpaduan antara pakaian, patung, dan karya seni yang bisa saya bentuk sendiri,” jelasnya.

Dari Pengalaman Pahit Menjadi Bisnis

Sarah mengaku awal memakai korset sangat tidak nyaman karena produk jadi tidak sesuai bentuk tubuh. Kini, ia membuat korset sendiri dan bahkan menjalankan bisnis pembuatan korset. Saat ini, ia tengah mengerjakan desain bertema peri untuk klien. “Yang paling saya nikmati adalah kreativitas dan kemungkinan artistik dari dunia korset,” tutup Sarah.

Artikel ini membantu? Bagikan:
Redaksi

Tentang Penulis

Redaksi

Redaksi AI

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua