CeritaIbu.com
Update Parenting
Kesehatan

Move On dari Mantan dengan Damai: Panduan untuk Ibu

Putus cinta memang berat, apalagi saat kamu juga harus menjalani peran sebagai ibu. Namun, hidup tetap berjalan dan kamu berhak bahagia. Yuk, temukan cara sehat untuk melewati masa sulit ini tanpa merasa sendirian.

Mutiara Salimah
Mutiara Salimah

Mutiara Salimah

29 Juli 2026 03:02:00 3 menit baca 46 dibaca
Bagikan:
Move On dari Mantan dengan Damai: Panduan untuk Ibu

Ringkasan Artikel

AI
  • Panduan move on yang sehat untuk ibu, mulai dari menerima emosi, memberi jarak, hingga membangun diri kembali.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Perpisahan dengan pasangan, terutama jika kamu sudah memiliki anak, bisa terasa seperti kehilangan arah. Tapi percayalah, ini bukan akhir dari segalanya. Move on bukan berarti melupakan, melainkan berdamai dengan kenyataan dan memulai lembaran baru. Di sini, kita bahas langkah-langkah praktis yang bisa membantu ibu-ibu hebat seperti kamu untuk bangkit kembali.

Terima Perasaanmu, Ibu

Langkah pertama adalah mengakui bahwa kamu sedang terluka. Jangan paksa diri untuk tersenyum jika hati sedang hancur. Menangislah jika perlu, karena air mata adalah cara tubuh melepaskan beban. Ingat, tidak apa-apa merasa marah, kecewa, atau bingung. Semua emosi itu wajar dan merupakan bagian dari proses penyembuhan.

Alih-alih menyalahkan diri sendiri, coba tuliskan perasaanmu di jurnal. Tulis apa pun yang mengganjal di hati, tanpa perlu khawatir dengan ejaan atau tata bahasa. Aktivitas ini membantu melegakan pikiran dan membuatmu lebih jernih melihat situasi.

Beri Jarak untuk Menyembuhkan

Aturan tanpa kontak (no contact) sangat membantu, terutama di awal-awal putus. Hentikan sementara komunikasi dengan mantan, termasuk stalking media sosialnya. Semakin sering kamu melihat fotonya, semakin sulit hatimu pulih. Ganti waktu itu dengan melakukan hal-hal yang kamu sukai, seperti membaca novel, memasak resep baru, atau sekadar mendengarkan musik favorit.

Simpan dulu barang-barang kenangan di tempat yang tidak terlihat. Bukan untuk dibuang, tapi untuk memberimu ruang bernapas. Jika perlu, minta bantuan sahabat atau keluarga untuk menjaga agar kamu tidak tergoda menghubungi mantan.

Bangun Kembali Dirimu

Setelah emosi sedikit mereda, saatnya fokus pada diri sendiri. Ibu sering lupa bahwa dirinya juga butuh perhatian. Luangkan waktu untuk merawat diri, entah itu dengan skincare, olahraga ringan, atau sekadar tidur cukup. Kamu berhak merasa cantik dan berharga tanpa harus bergantung pada orang lain.

Coba latihan mindfulness: duduk tenang, tarik napas dalam, dan sadari apa yang kamu rasakan saat ini. Jangan menghakimi, cukup amati. Teknik ini membantu mengurangi stres dan membuatmu lebih sadar akan kebutuhan diri sendiri.

Cari Dukungan dari Orang Terdekat

Jangan ragu berbagi cerita dengan teman atau keluarga yang bisa dipercaya. Kadang, sekadar didengarkan saja sudah sangat melegakan. Jika perlu, bergabunglah dengan komunitas ibu atau grup dukungan yang bisa saling menguatkan. Ingat, kamu tidak sendirian.

Jika merasa sangat kesulitan, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog. Mereka bisa membantumu menemukan cara yang tepat untuk melewati masa ini.

Belajar Memaafkan

Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan mantan, tapi membebaskan dirimu sendiri dari beban dendam. Maafkan mantan atas luka yang diberikan, dan maafkan dirimu sendiri atas apa pun yang kamu anggap sebagai kekurangan. Proses ini memang tidak mudah, tapi dengan niat yang tulus, hatimu akan semakin lapang.

Ingat, move on adalah perjalanan, bukan tujuan. Beri waktu untuk dirimu sendiri, dan rayakan setiap langkah kecil yang berhasil kamu capai. Kamu kuat, Ibu. Masa depan yang lebih baik sudah menanti.

Artikel ini membantu? Bagikan:
Mutiara Salimah

Tentang Penulis

Mutiara Salimah

Mutiara Salimah

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua