CeritaIbu.com
Update Parenting
Kesehatan

Mual Parah Saat Hamil, Waspada Risiko Komplikasi Ini

Mual dan muntah saat hamil memang umum, tapi jika sampai membuat Anda tak bisa makan atau minum, waspadalah. Kondisi bernama hiperemesis gravidarum ini bukan sekadar morning sickness biasa, melainkan bisa memicu berbagai risiko serius pada kehamilan dan persalinan.

Maya Handayani
Maya Handayani

Maya Handayani

04 Juli 2026 19:01:00 2 menit baca 66 dibaca
Bagikan:
Mual Parah Saat Hamil, Waspada Risiko Komplikasi Ini

Ringkasan Artikel

AI
  • Hiperemesis gravidarum bukan sekadar mual biasa, melainkan kondisi yang bisa meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklampsia dan kelahiran prematur.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Hampir semua ibu hamil pernah merasakan mual di awal kehamilan. Namun, ada kondisi yang jauh lebih berat, yaitu hiperemesis gravidarum (HG). Sekitar 1-3 persen ibu hamil mengalaminya, dan mereka tidak hanya merasa mual, tapi juga muntah terus-menerus hingga berat badan turun drastis dan dehidrasi.

Apa Bedanya dengan Morning Sicknes Biasa?

Morning sickness biasanya membaik setelah trimester pertama. Sebaliknya, HG bisa berlangsung lebih lama dan membuat ibu hamil kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Bahkan, banyak yang harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan cairan infus dan obat anti-muntah.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), HG didiagnosis jika ibu hamil kehilangan lebih dari 5 persen berat badannya dan mengalami ketosis urine akibat dehidrasi.

Penelitian Terbaru: Risiko di Balik HG

Sebuah studi besar dari Stanford Medicine yang menganalisis 2,5 juta kelahiran di California menemukan bahwa ibu hamil dengan HG berisiko lebih tinggi mengalami:

  • Kelahiran prematur
  • Anemia
  • Bayi lahir dengan berat badan rendah (kecil dari usia kehamilan)
  • Preeklampsia
  • Hipertensi gestasional
  • Solusio plasenta (abrupsio plasenta)

Peneliti utama, Rebecca Gardner, menjelaskan bahwa HG yang parah hingga memerlukan rawat inap menjadi tanda bahwa kehamilan tersebut berisiko tinggi terhadap berbagai komplikasi serius.

Kenapa HG Bisa Berbahaya?

Muntah berulang menyebabkan ibu hamil sulit mempertahankan asupan makanan dan cairan. Akibatnya, tubuh kekurangan nutrisi penting seperti asam folat yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan janin. Kekurangan nutrisi ini diduga mengganggu perkembangan plasenta, yang kemudian meningkatkan risiko preeklampsia dan gangguan pertumbuhan janin.

Penelitian juga menunjukkan bahwa sekitar seperempat pasien HG kehilangan lebih dari 15 persen berat badan sebelum hamil. Padahal, saat hamil berat badan seharusnya bertambah, bukan berkurang.

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan tunda konsultasi ke dokter jika Anda mengalami:

  • Muntah terus-menerus
  • Tidak bisa makan atau minum sama sekali
  • Berat badan turun drastis
  • Merasa lemas berlebihan
  • Tanda dehidrasi: urine berwarna pekat dan jarang buang air kecil

Penanganan dini sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Jangan anggap remeh mual parah saat hamil, karena bisa jadi itu adalah sinyal bahwa tubuh Anda membutuhkan bantuan medis.

Ingat, HG bukan sekadar morning sickness yang biasa. Jika Anda merasakan gejalanya, segera bicarakan dengan dokter agar kehamilan tetap sehat dan risiko komplikasi bisa diminimalkan.

Artikel ini membantu? Bagikan:
Maya Handayani

Tentang Penulis

Maya Handayani

Maya Handayani

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua