CeritaIbu.com
Update Parenting
Inspirasi

Berani Tinggalkan Zona Nyaman Demi Musik, Ini Perjalanan Mereka

Pernahkah Anda membayangkan meninggalkan pekerjaan tetap yang sudah nyaman demi mengejar mimpi? Itulah yang baru saja dilakukan oleh trio band Perunggu. Setelah enam tahun penuh pertimbangan, mereka akhirnya memutuskan untuk fokus total di dunia musik.

Maya Handayani
Maya Handayani

Maya Handayani

02 Juli 2026 23:07:00 2 menit baca 66 dibaca
Bagikan:
Berani Tinggalkan Zona Nyaman Demi Musik, Ini Perjalanan Mereka

Ringkasan Artikel

AI
  • Band Perunggu akhirnya resign dari pekerjaan kantoran setelah enam tahun berdiskusi dan mendapat restu keluarga, demi fokus bermusik.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Keputusan besar tidak pernah mudah diambil, apalagi jika menyangkut masa depan dan penghidupan. Tapi bagi personel band Perunggu—Maul, Ildo, dan Adam—momen itu akhirnya tiba. Mereka sepakat untuk meninggalkan pekerjaan kantoran dan menjadi musisi penuh waktu.

Bukan Keputusan Seorang Diri

Yang menarik, keputusan ini bukanlah hasil pemikiran individu. Sejak awal membentuk band, mereka berkomitmen untuk selalu bergerak bersama. Maul, sang vokalis, menegaskan bahwa tidak mungkin salah satu dari mereka resign sendirian. Semua harus sepakat, karena Perunggu adalah tim yang solid.

“Ini seperti bisul yang harus dipecah bersama. Kalau cuma satu yang berani, rasanya nggak pas,” ujar Maul dalam sebuah kesempatan.

Prioritas Keluarga di Atas Segalanya

Ildo, sang gitaris, mengungkapkan prinsip hidup yang mereka pegang teguh. Urutan prioritas mereka adalah: pertama keluarga, kedua pekerjaan kantor, dan ketiga musik. Namun, seiring popularitas Perunggu yang meningkat, jadwal manggung dan rekaman mulai menggeser waktu bersama keluarga.

“Akhirnya kami sadar, yang nomor tiga malah mengganggu yang nomor satu. Kami harus memilih: tetap di kantor atau menjaga keluarga? Ya sudah, pekerjaan kantor yang kami lepas,” jelas Ildo.

Enam Tahun Penuh Perenungan

Keputusan ini tidak lahir dalam semalam. Mereka mulai nge-band sejak 2019 dan baru berani resign pada 2025. Artinya, butuh enam tahun untuk meyakinkan diri dan mendapatkan restu dari keluarga masing-masing.

“Kami tidak mau gegabah. Semua sudah dipertimbangkan matang-matang, termasuk konsekuensi finansial. Restu keluarga juga jadi syarat mutlak,” pungkas Ildo.

Kisah Perunggu mengajarkan bahwa mengejar passion bukanlah hal instan. Dibutuhkan waktu, komitmen, dan keberanian untuk meninggalkan zona nyaman. Tapi ketika keputusan diambil bersama dengan hati-hati, hasilnya bisa menjadi langkah awal menuju kesuksesan yang lebih bermakna.

Artikel ini membantu? Bagikan:
Maya Handayani

Tentang Penulis

Maya Handayani

Maya Handayani

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua