CeritaIbu.com
Update Parenting
Keluarga

Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Sadar Merusak Tumbuh Kembang Anak

Siapa sangka, beberapa kebiasaan yang sering kita lakukan sebagai orang tua ternyata bisa berdampak buruk bagi si kecil. Tanpa sadar, kita mungkin menerapkan pola asuh toxic yang menghambat perkembangan emosional dan mental anak. Yuk, kenali tanda-tandanya agar kita bisa menjadi orang tua yang lebih baik.

Anisa Wahyuni
Anisa Wahyuni

Anisa Wahyuni

01 Juli 2026 15:01:00 3 menit baca 60 dibaca
Bagikan:
Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Sadar Merusak Tumbuh Kembang Anak

Ringkasan Artikel

AI
  • Kenali 9 kebiasaan orang tua yang tanpa sadar bersifat toxic dan berdampak buruk pada tumbuh kembang anak, serta cara menghindarinya.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Menjadi orang tua adalah perjalanan penuh tantangan. Kita pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tapi kadang tanpa sadar kita melakukan hal-hal yang justru merugikan mereka. Istilah toxic parenting sering dikaitkan dengan perilaku yang menyakiti anak secara emosional. Berikut adalah kebiasaan yang perlu dihindari.

1. Tidak Mengelola Emosi Sendiri

Wajar jika sesekali merasa lelah atau marah. Namun, jika emosi meledak-ledak di depan anak, mereka bisa merasa cemas dan tidak aman. Anak-anak butuh konsistensi emosional dari orang tua agar merasa nyaman. Jika mereka terus-menerus khawatir dengan mood kita, itu pertanda ada yang salah.

2. Kurangnya Batasan yang Jelas

Batasan itu penting dalam pengasuhan. Terlalu banyak berbagi masalah pribadi atau ikut campur urusan anak bisa membuat mereka kehilangan privasi. Akibatnya, anak jadi terlalu bergantung dan sulit mandiri. Mereka juga mungkin menjauh karena merasa kewalahan.

3. Memaksakan Jalan Hidup pada Anak

Setiap anak punya jalannya sendiri. Terlalu mengarahkan mereka sesuai keinginan kita justru bisa menghambat perkembangan. Anak perlu diberi kesempatan untuk membuat keputusan sendiri dan belajar dari kesalahan. Ini penting untuk membangun kemandirian dan percaya diri.

4. Overprotective atau Terlalu Mengontrol

Mengawasi setiap langkah anak, termasuk siapa temannya dan apa yang mereka tonton, bisa menjadi bumerang. Pola asuh helikopter seperti ini justru membuat anak memberontak atau tidak percaya diri. Beri mereka ruang untuk tumbuh.

5. Memanfaatkan Rasa Bersalah

Kata-kata seperti “Ibu sedih kalau kamu tidak nurut” mungkin terdengar biasa, tapi ini termasuk manipulasi. Anak jadi merasa bersalah dan takut mengambil keputusan sendiri. Akibatnya, mereka lebih suka menyembunyikan masalah daripada meminta bantuan.

6. Gaslighting

Gaslighting adalah ketika orang tua menyangkal atau memutarbalikkan pengalaman anak. Misalnya, mengatakan “Itu tidak terjadi” atau “Kamu terlalu sensitif”. Ini membuat anak meragukan perasaannya sendiri dan bisa merusak kepercayaan diri mereka.

7. Kritik pada Tubuh atau Kebiasaan Makan

Komentar tentang berat badan atau bentuk tubuh, meski terkesan bercanda, bisa membuat anak terobsesi dengan penampilan. Mereka bisa merasa tidak percaya diri dan mengembangkan masalah citra tubuh yang negatif.

8. Memaksa Anak Memilih Antara Orang Tua

Setelah perceraian atau konflik, beberapa orang tua meminta anak untuk memihak. Ini sangat membebani anak dan bisa menyebabkan stres berkepanjangan. Anak butuh dicintai oleh kedua orang tua tanpa harus memilih.

9. Membuat Anak Merasa Tidak Diinginkan

Ungkapan seperti “Dasar merepotkan” atau “Kehadiranmu bikin masalah” bisa meninggalkan luka mendalam. Anak akan merasa tidak berharga dan sulit membangun hubungan sehat di masa depan.

Kesadaran adalah langkah pertama untuk berubah. Jika kita menyadari ada kebiasaan toxic dalam pengasuhan, jangan ragu untuk memperbaikinya. Konsultasi dengan psikolog anak juga bisa membantu. Ingat, anak adalah cerminan kita. Mari ciptakan lingkungan yang penuh cinta dan dukungan untuk mereka.

Artikel ini membantu? Bagikan:
Anisa Wahyuni

Tentang Penulis

Anisa Wahyuni

Anisa Wahyuni

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua