CeritaIbu.com
Update Parenting
Kesehatan

Cerita Indah Istri Rigen: Tetap Menyusui saat Hamil, Ini Kata Dokter

Menyusui sambil hamil masih jadi pertanyaan besar bagi banyak ibu. Indah Ningtyas, istri komika Rigen Rakelna, baru saja berbagi pengalamannya tetap memberikan ASI untuk putranya Nava meski sedang mengandung anak keempat. Yuk, simak penjelasan medis dan pandangan Islam soal praktik ini.

Maya Handayani
Maya Handayani

Maya Handayani

29 Juni 2026 13:01:00 3 menit baca 68 dibaca
Bagikan:
Cerita Indah Istri Rigen: Tetap Menyusui saat Hamil, Ini Kata Dokter

Ringkasan Artikel

AI
  • Indah Ningtyas berbagi pengalaman menyusui saat hamil anak keempat, plus pandangan medis dan Islam tentang keamanan menyusui selama kehamilan.

*Ringkasan dibuat dengan bantuan AI

Bagi sebagian ibu, menyusui saat hamil mungkin terdengar melelahkan atau bahkan berisiko. Namun, pengalaman Indah Ningtyas, istri komika Rigen Rakelna, membuktikan bahwa hal ini bisa dilakukan dengan aman. Setelah melahirkan anak keempat melalui operasi caesar pada 11 Juni 2026, Indah mengungkap bahwa ia tetap menyusui putranya, Navarin Thufaila Rakelna (Nava), selama kehamilan.

Keputusan Indah Menyusui saat Hamil

Nava lahir pada Maret 2025, dan saat usianya baru 10-11 bulan, Indah kembali hamil. Meski jarak kehamilan cukup dekat, Indah memilih untuk terus menyusui Nava hingga ASI-nya benar-benar berhenti. Dalam akun Instagram @indhningtys, ia menulis, “Kalau pas hamil apakah masih boleh menyusui atau berhenti dulu? Kemarin aku tetap susuin Nava sampai ASI ku udah ga keluar lagi. Selama ga ada kontraksi kata dokterku aman.”

Apa Kata Ahli Laktasi?

Menurut Lynnette Hafken, konsultan laktasi di Rockville, Maryland, tubuh ibu hamil tetap memproduksi ASI, namun rasanya akan berubah. Di paruh kedua kehamilan, ASI mulai bercampur kolostrum sehingga rasanya tidak semanis sebelumnya. Selain itu, seiring bertambahnya usia kehamilan, produksi ASI bisa menurun karena tubuh lebih fokus menyuplai nutrisi untuk janin.

Beberapa ibu mungkin mengalami nyeri puting akibat perubahan hormon estrogen dan progesteron. Meski demikian, menyusui saat hamil umumnya aman asalkan tidak ada kontraindikasi medis. Konsultasi dengan dokter, bidan, atau konsultan laktasi sangat disarankan.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Anemia: Ibu hamil yang menyusui rentan kekurangan zat besi, yang bisa berdampak pada berat badan lahir bayi. Solusinya adalah mengonsumsi makanan kaya zat besi dan suplemen sesuai anjuran dokter.
  • Kontraksi prematur: Rangsangan puting saat menyusui memicu pelepasan hormon oksitosin yang dapat menyebabkan kontraksi rahim. Oleh karena itu, menyusui tidak disarankan bagi ibu dengan risiko persalinan prematur hingga usia kehamilan mencapai 37 minggu.

Namun, jika kehamilan Anda sehat dan tanpa komplikasi, menyusui saat hamil tidak terbukti meningkatkan risiko kelahiran prematur. Setelah bayi baru lahir, prioritaskan menyusui si kecil untuk memastikan asupan ASI yang cukup.

Menyusui saat Hamil dalam Pandangan Islam

Dalam Islam, menyusui saat hamil diperbolehkan dan dikenal dengan istilah al-ghiilah. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sungguh, aku ingin melarang (kalian) dari perbuatan ghiilah. Lalu aku melihat bangsa Romawi dan Persia saat mereka melakukan ghiilah terhadap anak-anak mereka. Ternyata hal itu tidak membahayakan anak-anak mereka.” (HR. Muslim).

Secara istilah, al-ghiilah berarti seorang wanita menyusui anaknya sementara ia dalam keadaan hamil. Hukumnya mubah (boleh) karena tidak ada dalil yang melarang secara tegas, dan praktik ini sudah umum dilakukan sejak zaman dahulu.

Tips Aman Menyusui saat Hamil

Bagi Bunda yang ingin menjalani tandem nursing atau menyusui saat hamil, berikut beberapa tips:

  • Konsultasikan dengan dokter kandungan dan konsultan laktasi sebelum memutuskan.
  • Perhatikan asupan nutrisi, terutama zat besi dan kalsium.
  • Minum air putih yang cukup untuk menjaga produksi ASI.
  • Jika muncul kontraksi atau nyeri perut, segera hentikan menyusui dan hubungi dokter.
  • Jangan ragu untuk menyapih jika tubuh sudah tidak kuat atau ASI benar-benar berhenti.

Kisah Indah Ningtyas menjadi bukti bahwa menyusui saat hamil bisa dijalani dengan baik selama kondisi ibu dan janin sehat. Setiap ibu memiliki perjalanan menyusui yang unik, jadi jangan ragu untuk mencari informasi dan dukungan dari tenaga kesehatan.

Artikel ini membantu? Bagikan:
Maya Handayani

Tentang Penulis

Maya Handayani

Maya Handayani

Lihat semua artikel

Dapatkan Panduan Parenting Terbaru

Terima pilihan artikel parenting, kehamilan, kesehatan keluarga, resep, dan cerita ibu langsung ke email Anda.

Berita Terkait

Lihat Semua

Pilihan Editor

Lihat Semua