Setiap pasangan tentu mendambakan kehadiran buah hati. Namun, tidak semua bisa mendapatkannya dengan mudah. James (40) dan Jessica (39) harus melewati ujian panjang sebelum akhirnya dikaruniai anak pertama. Setelah satu setengah tahun mencoba tanpa hasil, mereka divonis mengalami infertilitas yang tidak dapat dijelaskan. Dokter pun tidak menemukan penyebab pasti mengapa mereka sulit hamil.
Meski begitu, keduanya tak menyerah. Mereka menjalani program bayi tabung atau IVF melalui layanan kesehatan publik Inggris. Perjuangan itu membuahkan hasil ketika putra pertama mereka lahir pada Oktober 2024. Kebahagiaan pun menyelimuti keluarga kecil ini.
Ingin Adik untuk Sang Buah Hati
Setahun setelah kelahiran putranya, James dan Jessica kembali berjuang. Mereka ingin memberikan adik bagi sang anak. Pada Oktober 2025, mereka memulai lagi perawatan kesuburan. Sayangnya, jalan itu tak semulus yang dibayangkan. Jessica sempat mengalami chemical pregnancy setelah transfer embrio. Pada percobaan berikutnya, ia mengalami keguguran. Meski begitu, mereka masih memiliki satu blastokista yang tersisa dan berharap bisa melakukan transfer embrio lagi saat kondisi memungkinkan.
Biaya IVF yang Menguras Kantong
Berbeda dengan IVF pertama yang ditanggung pemerintah, perawatan kali ini harus mereka biayai sendiri. Total biaya diperkirakan mencapai lebih dari US$12 ribu atau sekitar Rp190 juta. Mereka juga masih memiliki sisa pembayaran sekitar £9 ribu. Setiap bulan, mereka harus menyisihkan sekitar US$1.400 atau lebih dari Rp20 juta untuk membayar perawatan. Biaya itu mencakup suntikan hormon, pemantauan USG, pengambilan sel telur, fertilisasi, hingga transfer embrio. Belum lagi biaya hidup yang terus meningkat, membuat keluarga ini harus benar-benar berhemat.
Melepas Koleksi LEGO demi Keluarga
Di tengah himpitan biaya, James mengambil keputusan berat. Ia menjual sekitar 90 persen koleksi LEGO miliknya. Koleksi itu bukan mainan biasa. James telah mengumpulkannya selama lebih dari 20 tahun, dengan sekitar 35 set. Beberapa di antaranya termasuk set langka seperti Star Wars Millennium Falcon, Imperial Star Destroyer, USS Enterprise, koleksi Marvel, dan sebuah kokpit fiksi ilmiah berukuran besar yang bisa digunakan secara interaktif. Total nilai koleksi tersebut diperkirakan lebih dari £10 ribu atau sekitar Rp200 juta. Salah satu item yang paling mencuri perhatian adalah kokpit besar yang diharapkan laku sekitar £1.000 atau lebih dari Rp20 juta. Koleksi LEGO James akan dilelang melalui Vectis Auctions pada 17 September 2026.
Meski sedih harus berpisah dengan barang kesayangan, James mengaku lebih bahagia bisa memperjuangkan keluarganya. "Aku memang menyukai koleksi LEGO-ku, tetapi aku lebih bahagia melepaskannya dan membangun LEGO bersama putra kami, dan semoga suatu hari nanti dengan anak kedua kami," ujarnya. Jessica pun sangat bersyukur atas pengorbanan sang suami. "Aku berterima kasih kepada suamiku karena rela melepaskan koleksinya," kata Jessica.
Dukungan Emosional Tak Kalah Penting
Perjalanan IVF bukan hanya soal prosedur medis. Menurut American Society for Reproductive Medicine, infertilitas dapat memberikan dampak psikologis dan emosional bagi pasangan. Dukungan dari pasangan, keluarga, dan tenaga profesional menjadi kunci selama menjalani perawatan. James dan Jessica pun sempat merasakan kehilangan setelah transfer embrio. Namun, mereka memilih untuk terus berjuang dan berharap hasil penjualan koleksi LEGO dapat meringankan beban finansial mereka.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa cinta dan pengorbanan adalah fondasi keluarga yang kuat. Bagi para Bunda yang sedang berjuang mendapatkan momongan, semoga kisah ini menjadi inspirasi bahwa harapan selalu ada.