Panduan Menanam Stroberi Hidroponik di Rumah untuk Pemula

Penulis: Rini Azhari
Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:03:00 WIB

Menanam stroberi biasanya identik dengan lahan tanah yang luas, tapi ternyata ada cara lain yang lebih praktis dan cocok untuk rumah minimalis, yaitu hidroponik. Metode ini menggunakan larutan air bernutrisi sebagai pengganti tanah, dengan media seperti rockwool, clay pebbles, atau coco coir hanya sebagai penyangga. Sistem Deep Water Culture (DWC) adalah salah satu yang paling ramah untuk pemula karena konsepnya sederhana: tanaman duduk di net pot, sementara akarnya menggantung ke dalam larutan nutrisi.

Kenali Dulu Kebutuhan Stroberi

Sebelum mulai, penting untuk memahami apa yang dibutuhkan tanaman stroberi agar tumbuh subur. Pemilihan bibit dan sistem yang tepat sejak awal akan menghemat waktu dan tenaga. Kamu nggak perlu beli perangkat hidroponik mahal, kok. Banyak barang sederhana di sekitar rumah yang bisa kamu manfaatkan.

Pilih Varietas yang Tepat
Untuk hidroponik, pilih jenis stroberi day-neutral atau everbearing yang bisa berbuah sepanjang musim. Beberapa rekomendasi yang bagus antara lain 'Albion' yang buahnya besar, 'Seascape' yang rasanya manis dan teksturnya padat, 'Quinault', 'Tribute', dan 'Mara des Bois' yang aromanya harum. Untuk pemula, lebih mudah memulai dengan bibit atau starter plug daripada menanam dari biji. Bibit bare-root biasanya sudah bisa berbuah dalam 2-3 bulan setelah tanam.

Siapkan Wadah dan Media Tanam
Untuk sistem DWC, kamu butuh wadah plastik yang kuat, penutup, net pot, dan media tanam. Pilih wadah berwarna gelap agar cahaya tidak masuk, karena bisa memicu pertumbuhan alga. Buat lubang di penutup sesuai ukuran net pot, lalu isi net pot dengan media seperti clay pebbles, rockwool, atau coco coir. Ingat, media ini hanya berfungsi menyangga tanaman, bukan sebagai sumber nutrisi. Sebelum dipakai, pastikan semua peralatan bersih untuk mencegah penyakit.

Atur Pencahayaan
Stroberi butuh cahaya sekitar 6 jam per hari. Kalau kamu menanam di luar ruangan, taruh di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Untuk di dalam ruangan, gunakan lampu LED grow light dengan timer agar kebutuhan cahaya terpenuhi secara konsisten.

Langkah Menanam dengan Sistem DWC

Setelah semua siap, saatnya mulai menanam. Sistem DWC ini mudah banget, bahkan untuk yang baru pertama kali mencoba.

Bersihkan Akar Bibit
Kalau bibitmu berasal dari tanah, bersihkan akarnya pelan-pelan dari sisa tanah. Rendam dan bilas dengan air hingga bersih, tapi hati-hati jangan sampai merusak akar. Setelah bersih, letakkan bibit di net pot. Perhatikan posisi crown (bagian pertemuan akar dan batang) – jangan terlalu dalam atau terlalu dangkal, karena bisa menyebabkan masalah pada tanaman.

Pasang di Net Pot
Masukkan akar ke dalam net pot dan tambahkan media tanam di sekelilingnya agar tanaman berdiri tegak. Pastikan akar bisa tumbuh menembus celah-celah net pot. Setelah itu, pasang net pot ke lubang di penutup wadah. Pada awal-awal, buat ketinggian air sedemikian rupa sehingga akar yang masih pendek bisa menyentuh larutan nutrisi. Seiring waktu, saat akar sudah panjang, turunkan permukaan air sekitar 1-2 inci di bawah net pot.

Perawatan Rutin
Jangan lupa cek ketinggian air, pH larutan (idealnya sekitar 5.5-6.5), dan pastikan nutrisi selalu tersedia. Ganti larutan nutrisi setiap 1-2 minggu untuk menjaga kualitas. Perhatikan juga sirkulasi udara di sekitar tanaman agar tidak lembap berlebihan. Jika stroberi sudah berbunga, kamu mungkin perlu membantu penyerbukan dengan kuas kecil atau menggocek bunga secara manual, terutama jika ditanam di dalam ruangan.

Dengan perawatan yang telaten, stroberi hidroponikmu akan segera berbuah. Bayangkan sensasi memetik stroberi segar dari tanaman sendiri di rumah! Selain menghemat lahan, cara ini juga bisa jadi kegiatan seru bersama keluarga, lho. Selamat mencoba!

Reporter: Rini Azhari